Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Lampu Kuning Masa Depan dalam Bayangan Utang


Topswara.com -- Selama pihak yang memberikan tidak berat hati, maka pemenuhan kebutuhan dan keinginan akan tetap bisa dipenuhi. Maka wajar jalan pintas penyelamat keputusan paling ampuh pada keuangan adalah dengan berutang.

Periode April 2021 lalu Kementrian Keuangan mencatat utang meroket menjadi Rp 6.527,29 triliun.  Pakar Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy mengatakan ada dua sisi yang bisa dilihat apakah utang ini sepadan dengan belanja negara ?

Didik J Rachbini sebagai Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menjelaskan bahwa pada 2019 utang yang diputuskan di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencapai Rp921,5 triliun. Keperluan tersebut untuk membayar bunga, pokok, dan sisanya menambal kebutuhan defisit. (money.kompas.com, 07/06/2021)

Namun perubahan itu terjadi sebab tahun lalu, rencana utang ingin ditekan menjadi Rp651,1 triliun agar wajah APBN kelihatan apik. Tapi krisis dan pandemi mengharuskan utang tahun 2020 dinaikkan hampir 2 kali lipat menjadi Rp1226 triliun.

Sehingga akibatnya, setiap tahun kewajiban pembayaran utang pokok dan bunga plus cicilan utang luar negeri pemerintah yang tidak termasuk swasta pada 2020 mencapai Rp772 triliun. (geloranews.co, 5/06/2021)

Senjata Ampuh Negara Adidaya dengan Invansi Kerjasama dalam Negeri

Negara adidaya atau negara adikuasa adalah negara pada posisi dominan dengan kemampuannya memberikan pengaruh dalam skala global sehingga memiliki kekuatan penuh dalam berbagai bidang dalam ekonomi, teknologi maupun budaya. 

Akan sangat mudah akses negara adidaya masuk ke dalam suatu negara yang masih dalam tingkat pembangunan serta kesejahteraan yang rendah atau biasa disebut sebagai suatu negara berkembang. Atau istilah yang disebut oleh organisasi internasional adalah dengan kategori negara ekonomi kurang maju

Kuat tidaknya pengaruh kedudukan negara adidaya pada negara lainnya adalah kuatnya jalan perjanjian atau memberikan bantuan dengan dalih peningkatan taraf kemajuan negara. Apakah hal ini mampu menjadi jembatan penyelamat ? 

Melihat keadaan dalam negeri ini, tentu tidak bisa dipungkiri utang menyisakan banyak permasalahan pelik terkait kesejahteraan dan penjaminan yang dibawah batas kewajaran. Negara dengan mayoritas Muslim terbesar namun kekuatan itu tidak tumbuh selayaknya kuatnya kaum Muslim yang  pernah berjaya dalam pemerintahan negara selama 13 abad lamanya. Dimana kini kekuatan itu, bukankah telah terbukti tidak hanya sekedar teori belaka namun diterapkan praktis dalam negara ? 

Buku yang ditulis oleh Nabil bin Abdurrahman Al Muhaisy membahas tentang bagaimana kekuatan Muslim melemah seiring berjalannya waktu perkembangan zaman, dengan judul “ Virus Fikrah Melemahkan Ketahanan Umat “ dijelaskan bahwa kini umat Muslim di berbagai belahan negara mengalami persoalan ekstern. Salah satunya munculnya kaum orientalis. Sebuah studi yang dilakukan oleh orang-orang Barat terhadap bangsa Timur dengan motivasi dalam segi ekonomi bahwa tujuan utama mereka adalah menguasai pasar dunia Islam.

Selain itu ada juga gerakan zionisme dengan dasar yang sama berasal dari negara Barat atau negara adidaya. Agenda besar mereka adalah bagaimana menguasai perekonomian Internasional misalnya dengan pengadaan bank atau utang. Praktik politik perekonomian yang dilakukan dengan monopoli atau bahkan spekulasi keuangan dengan pinjaman berbunga. Maka jalan ampuh dalam menguasai bangsa lain ini mereka akan berusaha terjun dan menguasai kancah politik suatu bangsa.

Dalih membantu memecahkan problem yang dihadapi suatu bangsa, ternyata hanya untuk menduduki posisi strategis dalam suatu negara. Tentu hal ini akan sangat sulit terdeteksi karena sudah berbalut dengan kata pertolongan. Cara seperti ini tentu tidak akan pernah terlihat selain akibat yang terjadi setelahnya.

Apalagi negara dengan basis kebebasan di dalam praktiknya. Akan sangat mudah bagi negara barat menanamkan rencana dan agenda besar mereka. Padahal suatu bangsa akan condong pada ideologi karna darinya lahir aturan untuk diterapkan. 

Aturan dalam negeri kini yang menonjol dalam hal ekonominya adalah dengan dasar liberal atau kebebasan. Ruang ini telah membuka lebar jalan masuknya perjanjian negara luar termasuk mungkin atas nama bantuan meningkatkan kesejahteraan dengan utang. Inilah sumber kekacauan yang tidak akan pernah memutuskan nilai utang yang terus beranak hingga mewariskan kepada generasi masa depan, anak cucu bangsa. 

Negara dengan Ideologi Islam Penyelamat Solusi Masa Depan 

Kejayaan yang dirindukan bukan hanya sekedar kemegahan dan kenikmatan hidup dibawah naungannya. Namun keberkahan yang melimpah di seluruh sendi kehidupan. Negara tersebut diberkahi karena menerapkan aturan Illahi Sang pemilik bumi.

Bukti-bukti otentik harusnya cukup memberikan kekuatan besar dan melunturkan keraguan. Namun sayang framing dan agenda yang menjatuhkan terasa lebih kuat. Islam dianggap seperti halnya agama lain sekedar ritual tidak memberikan peran dalam kehidupan. Padahal nyatanya Islam dihadirkan sebagai penyelamat dan penawar solusi atas permasalahan kehidupan.

Islam memiliki ide dasar dengan akidahnya serta metode penerapan aturan praktis dalam negara, undang-undang Islam juga sangat paripurna. Sepanjang sejarah Islam tidak pernah menerapkan hukum selain hukum Islam itu sendiri. Bahkan menjadi sosok negara yang makmur, mandiri, kuat itu semua tidak lepas dari penerapan aturan yang dijalaninya. 

"Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (TQS. Fatir [35] : 44)

Negara dengan sistem pemerintahan Islam atau daulah Islam, yang di dalamnya diterapkan syariat Islam memiliki rincian kepegawaian bahkan struktur pemerintahan yang mumpuni. Diantara dalam bidang ekonomi dan politik luar negeri. Salah satunya adalah diwan atau departemen yang dalam hal ini diamanahkan untuk mengatur urusan pengeluaran dan pemasukan pos baitul maal (kas negara) dalam bidang ekonomi. 

Sumber tetap berasal dari fa’i, jizyah, kharaj, seperlima rikaz, dan zakat. Sumber pendapatan untuk negara yang disimpan dalam baitul maal mencakup harta yang dipungut dari kantor cukai sepanjang perbatasan negara, harta dari kepemilikan umum dan negara serta harta waris bagi yang tidak memiliki ahli waris. Pajak juga akan diberlakukan jika memang sudah tidak ada lagi jalan atau tidak ada lagi pemasukan yang mencukupi dengan syarat tidak bisa ditarik melebihi kebutuhan pokok sehari-hari. Bahkan tugas negara adalah menjamin penuh kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan diberikan wajib kepada kepala rumah tangga atau pencari nafkah

Bidang ekonomi ini didukung dengan adanya politik luar negeri dimana tujuannya tidak menghalalkan segala cara karena jalan haram yang tidak sesuai syariat tidak akan pernah ditempuh. Bahkan urusan kerja sama juga diatur dengan tujuan menjaga umat dan negara. Negara Islam tidak akan melakukan perjanjian diplomatik dengan negara yang memiliki ambisi menguasai negeri. Maka hal ini tidak akan menimbulkan masalah pelik bagi umat secara keseluruhan karena selain negara menjadi sosok yang kuat, umat pun mendapat jaminan kehidupan layak tanpa tekanan. 

Namun semua kekuatan itu tidak dapat mengantarkan pada penerapan kecuali pelaku penerapan syariat menjalankan perannya sesuai porsi. Tidak cukup hanya personal atau kelompok yang benar dala suatu wilayah bahkan negara adalah payung pertama yang dibutuhkan perannya. Maka perjuangan penerapan syariat Islam harus tetap dikobarkan semangat juang untuk menyadarkan umat.

Wallahu a'lam bishawwab


Oleh: Nadia Fransiska Lutfiani 
(Aktivis Dakwah, Pegiat Literasi Islam)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar