Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 140


Topswara.com -- Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 140

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ 

Terjemahan: 

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. 

Ibrahim, Ismail,  Ishaq dan Yaqub tidak beragama Yahudi atau Nasrani. 

Ayat ini melanjutkan ayat 139 dalam rangka memberikan hujah untuk membungkam kaum Nasrani yang mengatakan bahwa Nabi Ibrahim, Yaqub, Ishaq beragama Yahudi atau Nasrani. Yahudi lahir setelah Nabi Ibrahim wafat, begitu pula agama Nasrani. 

Sebaliknya kalian justru malah mendebat tentang Allah, kalian berkata, "Sesungguhnya Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan Asbath (Mereka adalah para nabi dari anak cucu Ya’qub dan kabilah Bani Israil yang berjumlah dua belas), di atas agama  Yahudi dan Nasrani." Hal ini adalah kedustaan. 

Mereka diutus dan telah wafat sebelum diturunkannya Taurat dan Injil, katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Siapa yang lebih mengetahui agama mereka, kalian ataukah Allah?" 

Pertanyaan yang ada dalam ayat ini pertanyaan yang sifatnya tidak perlu dijawab (istifham inkar). Sama dengan pertanyaan: apakah di waktu siang ataukah di waktu malam munculnya matahari? Ini persoalan logika yang dapat dipakai untuk pertimbangan hukum. Ustaz bicara soal penalaran soal tarawih, mushaf quran, dan lailatul qadar.  Perdebatan-perdebatan dalam istimbatul hukmi perlu dilihat atau dipertimbangkan soal logika dan kapan sesuatu itu terjadi. Qiyas itu juga logika. Agar kita menyatakan sesuatu tidak asal ngeyel dan ngeyelan seperti orang Yahudi. 

Bertanya ada tata kramanya. Kita justru dilarang bertanya  ketika pertanyaan itu justru menyengsarakan kita. Disarankan agar bertanya kepada orang yang berilmu. Al-Qur’an menyebutkan sebagai berikut:   فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون   Artinya, “Bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan bila kalian tidak mengetahui,” (Surat Al-Nahl ayat 43). 

Pada ayat 140 ini Allah mendebat atau membantah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengatakan bahwa yang masuk surga adalah Yahudi dan Nasrani. Maka Allah mengatakan, “Apakah kalian yang lebih tahu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Dan siapakah yang lebih zalim dari orang yang menyembunyikan persaksian disisinya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala?” 

Artinya mereka sendiri bersaksi bahwa Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishak, mereka bukan sama sekali Yahudi dan Nasrani. Kalau mereka bukan Yahudi bukan Nasrani, lantas mereka siapa? Mereka di atas Islam. Karena Islam adalah agama para Nabi. Semua Nabi, agama mereka satu, Islam. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: 

وَالأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى ، وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ 

“Para Nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari) 

Lalu Allah berfirman dalam ayat ke-141: 

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٤١﴾ 

“Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”  (QS. Al-Baqarah[2]: 141) 

Tidak boleh menyembunyikan kebenaran untuk berbohong.

Maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani 
mengucapkan perkataan yang demikian dijelaskan oleh kalimat berikutnya, ialah untuk menyembunyikan syahadah Allah. "Syahadah Allah" ialah penyaksian Allah yang tersebut di dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim `alaihis salam dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi dan bukan pula penganut agama Nasrani, dan Allah akan mengutus Muhammad sebagai nabi dan rasul 
terakhir yang berasal dari keturunan Ismail `alaihis salam. 

Perkataan "menyembunyikan syahadah Allah"
itu termasuk perbuatan yang paling zalim di sisi Allah, karena perbuatan itu berakibat menyesatkan manusia dari jalan Allah, jalan kebenaran dan jalan kebahagiaan. 

Karena itu Allah memperingatkan mereka, bahwa Allah tidak lengah sedikit pun terhadap segala macam perbuatan hamba-hamba-Nya baik yang tampak maupun yang tidak tampak, baik yang besar maupun yang kecil. 

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya. 

Mereka (orang-orang ahli kitab) selalu membaca  Kitabullah yang diturunkan kepada mereka, bahwa sesungguhnya agama yang diakui oleh Allah adalah agama Islam, dan sesungguhnya Muhammad 
adalah utusan Allah, dan Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Ya’qub serta asbat, mereka semua berlepas diri dari Yahudi dan Nasrani. Lalu mereka mempersaksikan hal tersebut kepada Allah dan mengakuinya kepada Allah atas diri mereka sendiri, tetapi mereka menyembunyikan kesaksian Allah yang ada pada mereka menyangkut masalah ini. 

Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan.

Hal ini merupakan peringatan dan ancaman keras, yakni ilmu Allah meliputi semua amal perbuatan kalian dan kelak Dia akan membalaskannya terhadap kalian. 

Pelajaran dari ayat:  pertama, Seluruh Nabi beragama Islam. Jika para nabi beragama Yahudi atau Nasrani adalah kedustaan yang dicetuskan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Kedua, kezhaliman terbagi menjadi bertingkat tingkat sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. Ketiga, haramnya menyembunyikan kesaksian, khususnya kebenaran yang asalnya dari Allah. Keempat, tidak menyandarkan kedudukan kepada generasi pendahulu dan nenek moyang. Serta perlunya menerima diri sendiri dengan menyucikannya dan membersihkannya dengan keimanan yang benar dan amalan shalih. 

Catatan:
Amar makruf tertinggi adalah mengajak orang penyembah selain Allah untuk masuk Islam. Sudahkah Anda pernah melakukannya? 

Wallohu a'lam bishowab
Wassalamu'alaikum wr. wb. 

Tabik..!!!


Ditulis kembali oleh Suteki
(Digabung dengan beberapa artikel) 

Kajian Subuh di Masjid At Taufiq Srondol Wetan Banyumanik Semarang. Ngaji Tafsir Al-Quran bersama Ust. Baedhowi. Kamis, 6 Mei 2021.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar