Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Prof. Daniel: Parpol dan Korporasi Adopsi Asas Pragmatisme dan Pop Culture

Topswara.com -- Terjadinya gelombang neoliberalisasi di bidang ekonomi dan politik dinilai Prof. Daniel Mohammad Rosyid dimanfaatkan oleh korporasi dan parpol dengan mengadopsi asas pragmatisme dan pop culture.

"Baik korporasi maupun partai politik pada hakekatnya sama yaitu agen yang memanfaatkan pasar ekonomi atau politik. Dengan biaya yang makin tinggi, kedua institusi itu mengadopsi azas yang sama, yaitu pragmatisme dan pop culture," tuturnya dalam artikel berjudul: Partai Politik Ideologis? Rabu (14/04/2021).

Menurutnya, kini banyak artis  yang menjadi anggota parlemen dan bupati. “Popularitas lebih penting daripada kredibilitas,” ujarnya.

 Ia menilai politik sebagai kebajikan publik harus disediakan oleh banyak agen dan tidak boleh dimonopoli parpol saja. “Umat Islam bisa mulai dengan dakwah politik dan ekonomi melalui pribadi, keluarga dan masjid,” ungkapnya.

Masjid sebagai institusi, menurutnya, dapat menjadi instrumen konsolidasi. “Opsi lainnya adalah menyusupi parpol besar yang ada, seperti yang dilakukan kaum sekuler kiri radikal. Jika mereka berani dan berhasil, mengapa kita tidak?” pungkasnya. [] Atikah Nur
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar