Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bom Bunuh Diri dan Penyerangan Mabes Polri, UIY: Tak Bisa Lepas dari Peristiwa 911


Topswara.com -- Pasca bom bunuh diri di Makasar dan penyerangan  Mabes Polri, Ustad Ismail Yusanto (UIY) menyatakan hal ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 911.

“Tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 911, itu kan satu peristiwa yang bisa disebut sebagai awal dari apa yang disebut sebagai war on terrorism,” tuturnya, dalam acara Special Interview  “Ada Apa di Balik Bom Makasar dan Penyerangan Mabes Polri” Jumat (2/4/2021) di kanal YouTube Rayah TV.

Menurut Ismail, sesaat setelah peristiwa 911 George Walker Bush ikut berdoa, dan berpidato “mulai hari ini semua negara dimanapun berada harus ngambil keputusan, apakah anda bersama kami atau bersama teroris?

“Jadi George Bush itu telah memaksa dunia untuk memilih dua posisi bersama Amereka atau bersama teroris, kalau dihadapkan pada dua pilihan itu, tentu saja negara-negara akan mengatakan dia bersama dengan Amerika pasti tidak mau dibilang bersama teroris ya kan risikonya macam-macam” ujarnya.

Menurutnya, George Bush punya dasar mengatakan itu, karena peristiwa 911 hancurnya dua menara kembar yang dilakukan oleh teroris. Itu narasi resmi dan itu diakui oleh dunia. Dan dunia akan mengakui atau mempercayai narasi tersebut.

“Jadi dari sana kemudian kita mengatakan bahwa ini sebenarnya bukan war on terrorism  tapi war on Islam sebab kalau betul dilakukan war on terrorism, mustinya semua yang di dalam meraih tujuan itu menggunakan kekerasan harus dianggap sebagai teroris, tapi faktanyakan tidak, faktanya Kenapa hanya individu dan kelompok Islam saja,” tegasnya.

Menurutnya, war on terrorism agar tetap relevan maka harus ada peristiwa, harus ada pelaku, karena tidak mungkin kemudian peristiwa itu harus ada pelakunya “Saya sering menyebut 5i yaitu Radikalisasi, Infiltrasi, Provokasi, Aksi dan Stigmatisasi,” ujarnya.

Menurutnya, ada istilah operasi cipta kondisi kalau kondisi tercipta maka tindakan itu seolah olah legal, seperti cipta kondisinya bush yang spektakuler dengan dua menara kembar di munculkan, kemudian dia merasa legal dunia juga bahkan Amereka melakukan infansi ke Afganistan dan irak.

“Kita harus mewaspadai kemungkinan ini dilakukan oleh pihak tertentu untuk mendeskreditkan Islam dan kemudian dijadikan dalil untuk melakukan tindakan yang lebih represif lagi,” ujarnya

“Oleh karena itu kita menyerukan tindakan ini tidak boleh dikaitkan denga dakwah dan kelompok Islam apalagi dengan kelompok yang sudah dikenal memperjuangkan syariah secara kafah dan benar,” pungkasnya. [] Aslan La Asamu
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar