Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Advokat HRS: Isu Terorisme Rugikan Umat Islam dan Islam


Topswara.com -- Aksi teror di Makasar yang dikaitkan dengan FPI Advokat HRS Aziz Yanuar merugikan umat Islam dan Islam. “Isu-isu terorisme ini yang paling dirugikan jelas umat Islam dan Islam itu sendiri,” tuturnya dalam acara Fokus Live: Teror Bom, Ada Apa? Ahad (4/4/2021) di kanal YouTube Fokus Khilafah Channel.

Ia mengingatkan pada masyarakat bahwa Front Pembela Islam sudah bubar dan sudah tidak ada lagi sejak akhir tahun 2020. “Jadi narasi-narasi terkait FPI sebenarnya sudah selesai sejak dibubarkan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, saat ini terjadi framing jahat yang dilakukan oleh media yang jualan isu teror. “Untuk membuktikan aksi FPI dengan teror yang saat ini terjadi sangat tidak mungkin, mengapa? Karena fakta hari ini FPI sudah bubar. Jadi, kita tidak bisa meminta pertanggungjawaban yang sudah bubar. Itu dilihat dari entitas sudut pandang hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini yang terjadi kebanyakan media melakukan framing dan melakukan trial by press.Trial by press bagi di Indonesia itu sangat efektif. Opini itu sangat efektif dan tugas kita. Makanya yang masih waras, mari cerdaskan kehidupan bangsa ini dengan narasi baik yakni narasi yang mencerdaskan secara faktual dan bukan ilusi,” bebernya.

Menurutnya, ada sebuah institusi yang salah satu oknumnya melakukan jual beli senjata untuk kelompok separatis, tetapi institusi tersebut tidak serta merta disebut pendukung separatis. “Janganlah kita dibodohi oleh narasi sesat. Sudah tidak bersinggungan lagi dengan organisasinya dan tidak mewakili. Ini pun sudah bubar,” tandasnya. 

Ia menilai framing-framing jahat ini yang meminta tanggung jawab kepada pihak yang tidak eksis dan ingin mengarahkan ke sebuah entitas yang memang sudah tidak ada lagi. “Itu namanya bukan lagi zalim. Itu namanya dungu dan pandir artinya dia bodoh tetapi tidak menyadari kebodohannya itu,” pungkasnya [] Alfia Purwanti
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar