Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Presiden Mesir dan Macron Berselisih Soal Kartun Nabi Muhammad



Topswara.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berselisih soal kebebasan berbicara dan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad dengan hina. Perbedaan sikap ini muncul saat konferensi pers bersama di Istana Elysee pada hari Senin lalu.

Kedua pemimpin itu awalnya saling memuji atas upaya mereka dalam menantang ekstremisme Islam. Namun, pandangan mereka berlawanan tentang peran agama dan kebebasan berbicara setelah peredaran kartun kontroversial di Prancis yang menggambarkan Nabi Muhammad secara hina, yang oleh banyak Muslim dianggap penistaan. (Baca: Raja Salman Kecam Kartun Nabi Muhammad SAW )

Perselisihan muncul ketika seorang jurnalis mengajukan pertanyaan kepada keduanya tentang penerbitan kartun oleh majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, yang menggambarkan Nabi Muhammad. Sisi menggarisbawahi karakter "suci" agama, yang menurutnya "memiliki supremasi atas nilai-nilai kemanusiaan."

Dia menambahkan bahwa dia prihatin dengan lunturnya nilai-nilai agama dan prospek menyinggung perasaan jutaan orang jika supremasi agama tidak ditegakkan.

Namun, Macron mengambil pandangan berbeda. "Di Prancis, kami menganggap bahwa tidak ada yang bisa melebihi manusia dan menghormati martabat pribadi manusia," katanya. "Itu adalah kontribusi dari filosofi Pencerahan," lanjut dia. 

Macron mengklaim bahwa pemisahan politik dan agama sangat penting bagi identitas Prancis.

"Di Prancis seorang jurnalis, kartunis, menulis dan menggambar dengan bebas. Bukan Presiden Republik yang memberi tahu dia apa yang harus dilakukan, atau siapa pun. Dan sudah seperti itu sejak lama," kata Macron, seperti dikutip Russia Today, Selasa (8/12/2020).

Setelah pemenggalan guru Prancis; Samuel Paty, oleh seorang pengungsi remaja radikal asal Chechnya di pinggiran Paris pada bulan Oktober, Macron dan pemerintahnya memulai tindakan keras terhadap ekstremisme Islam. Guru itu dipenggal setelah memperlihatkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad kepada para siswanya di kelas dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara dan berekspresi.

Presiden Prancis tersebut telah menarik kemarahan umat Islam di seluruh dunia setelah menyatakan bahwa Islam sedang "dalam krisis" dan penolakan gigihnya untuk mencela kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad karya Charlie Hebdo, dan justru membela kebebasan berekspresi.

Sisi adalah salah satu dari sekian banyak pemimpin dunia yang tidak setuju dengan Macron tetapi berhenti mengkritik keras mitranya dari Prancis tersebut, tidak seperti para pemimpin Muslim lainnya seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Jika beberapa orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka, saya membayangkan bahwa ini berhenti jika menyangkut menyinggung perasaan lebih dari 1,5 miliar orang," imbuh Sisi.

Sumber: https://international.sindonews.com/read/261432/41/presiden-mesir-dan-macron-berselisih-soal-kartun-nabi-muhammad-1607443930
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar