Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ketika Pelajar Menjadi Pengedar Sabu: Buah Pahit Sistem Sekuler yang Gagal Menjaga Generasi


TintaSiyasi.id -- Kasus pelajar yang terjerat dalam jaringan peredaran narkoba kembali menjadi tamparan keras bagi negeri ini. Fenomena ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan cerminan dari rusaknya sistem yang seharusnya menjaga dan membentuk generasi.

Di Kabupaten Bima, dua pemuda berinisial SH (26) dan KF yang masih berstatus pelajar ditangkap saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Ironisnya, pelaku pelajar ini terlibat dalam aktivitas berbahaya yang merusak masa depan dirinya dan generasi bangsa (detik.com, 02-04-2026).

Tak hanya itu, di Kendari, seorang pelajar berusia 19 tahun juga diamankan karena terlibat dalam penyimpanan dan peredaran narkoba. Petugas bahkan menemukan puluhan paket sabu yang tersebar di berbagai tempat (suarasultra.com, 30-03-2026).

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa narkoba telah merambah hingga ke kalangan pelajar. Generasi yang seharusnya menjadi harapan masa depan justru terseret dalam lingkaran gelap peredaran barang haram.

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari sistem kehidupan yang diterapkan saat ini. Sistem sekuler kapitalis telah menjauhkan generasi dari nilai-nilai agama. Pendidikan lebih berorientasi pada aspek akademik semata, sementara pembentukan akhlak dan kepribadian sering kali terabaikan.

Akibatnya, pelajar tumbuh tanpa fondasi moral yang kuat. Mereka mudah terpengaruh lingkungan, tekanan ekonomi, serta gaya hidup bebas yang dipromosikan secara masif. Dalam kondisi seperti ini, narkoba menjadi salah satu jalan pintas yang menjerumuskan.

Di sisi lain, lemahnya sistem hukum juga menjadi faktor pendukung. Sanksi yang tidak menimbulkan efek jera membuat peredaran narkoba terus berulang. Bandar besar kerap lolos, sementara pelaku di lapangan, termasuk pelajar, menjadi korban sekaligus pelaku dalam sistem yang rusak.

Lebih jauh lagi, peran keluarga dan masyarakat juga mengalami pelemahan. Orang tua yang sibuk, lingkungan yang permisif, serta minimnya kontrol sosial membuat generasi kehilangan arah. Tidak ada sistem yang benar-benar menjaga mereka secara menyeluruh.

Inilah bukti bahwa persoalan narkoba bukan hanya masalah individu, tetapi masalah sistemik. Selama sistem yang diterapkan tidak mampu membentuk kepribadian yang kuat, maka kasus serupa akan terus berulang.

Islam menawarkan solusi yang komprehensif dalam menjaga generasi. Pendidikan dalam Islam tidak hanya menekankan pada ilmu, tetapi juga pembentukan akidah dan akhlak. Generasi dibentuk menjadi pribadi yang bertakwa dan memiliki kontrol diri yang kuat.

Selain itu, keluarga memiliki peran sentral sebagai madrasah pertama bagi anak. Orang tua bertanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Budaya amar makruf nahi mungkar menjadi mekanisme sosial yang menjaga individu dari penyimpangan.

Negara pun wajib hadir dengan sistem hukum yang tegas dan menjerakan. Dalam Islam, sanksi diberikan secara adil dan mampu memberikan efek jera, sehingga mampu menutup celah peredaran narkoba hingga ke akarnya.

Dengan penerapan sistem Islam secara menyeluruh, generasi akan terlindungi dari berbagai kerusakan moral. Mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan akhlak.

Kasus pelajar menjadi pengedar sabu ini seharusnya menjadi alarm serius bagi semua pihak. Jika generasi sudah rusak, maka masa depan bangsa pun terancam.

Sudah saatnya kita tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga berani mengevaluasi sistem yang ada. Tanpa perubahan mendasar, persoalan ini akan terus menjadi lingkaran yang tak berujung.

Maka, solusi hakiki bukan sekadar penindakan, tetapi perubahan sistem menuju kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hanya dengan itulah generasi dapat benar-benar dijaga dan diselamatkan.


Oleh: Sera Alfi Hayunda S.Pd.
(Aktivis Muslimah)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar