Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kemenangan Iran Melawan AS-Israel, Inikah Gong Kemenangan Sesungguhnya?


Topswara.com -- Perang Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran beberapa bulan lalu memberikan warna dunia baru. Pada faktanya AS-Israel kocar-kacir ketika menghadapi Iran, lebih parahnya negara sekutu pun tak mau ikut campur melawan Iran.

Dikutip dari mediaindonesia.com (10/4) Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Putra dari Ayatullah Ali Khamenei itu menegaskan, bahwa ketahanan Iran di tengah tekanan internasional telah menjadikan Teheran sebagai sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa lain di dunia.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Mojtaba menekankan bahwa strategi "perlawanan" yang diusung Iran berhasil mematahkan dominasi Barat dan sekutunya, sekaligus memperkuat posisi tawar Iran di panggung global.

AS dan Israel tak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikuasa. Patut diakui jempol Iran mampu bertahan dan menyerang As- Israel dengan strategi perang yang cerdik, inilah keberanian Iran Melawan negara adikuasa tersebut.

Ketika AS meminta bantuan kepada negara sekutu pun dicuekin, nah ngenes banget teman-teman AS pada enggak mau bantu. Tapi sedihnya di tengah perang yang terjadi, penguasa negeri muslim justru berkhianat dengan membangun kerjasama dengan AS-Israel.

Mereka penguasa negeri Muslim hanya memikirkan perutnya sendiri, menyelamatkan aset dan tidak mau menanggung resiko yang terjadi jika melawan Amerika. Mengorbankan rakyatnya demi pengakuan dunia yang membela kebenaran. Padahal semua itu adalah ketidakberdayaan mereka ketika mendapatkan ancaman dan tekanan dari AS.

Disinilah PR bagi kita umat Muslim, patut kita belajar dari Iran untuk berani menghadapi kekejaman Zionis Israel dan AS. Berani menyuarakan keadilan untuk saudara-saudara kita di negara lain yang tertindas.

Bersatu Adalah Gongnya

Sangat disayangkan jika negara-negara Muslim sampai detik ini belum bersatu. Padahal mampu untuk membentuk kekuatan super power yang sangat mudah sekali berlepas diri dari hegemoni AS. Inilah gongnya yaitu persatuan umat Muslim seluruh dunia.

Dunia Muslim sebelum jatuhnya kekhilafan Turki Utsmani di tahun 1942 mengalami puncak keemasan. Yaitu dalam konstitusi khilafah, Islam mampu mengalahkan negara kafir. Banyak penemu-penemu Islam yang menjadi tonggak kemajuan sains dan teknologi modern ini.

Inilah saatnya kita kembali pada abad keemasan dengan menerapkan syari'at Islam secara total dalam segala aspek kehidupan. Khilafah Islam akan membebaskan penderitaan kaum muslim yang terjajah.

Palestina telah dibantai, Lebanon jadi target AS-Israel selanjutnya. Anak-anak disembelih, banyak yang mati kelaparan, wanita-wanita diperkosa, dan ribuan tahanan Palestina disiksa dan akan di dijatuhkan hukuman mati. 

Apakah kita akan berdiam saja dengan sikap AS-Israel? Tentunya kita punya hati nurani sebagai manusia yang akan tidak suka dengan penindasan yang makin hari makin keji. 

Umat muslim adalah satu tubuh, semua adalah saudara kita. Dan seharusnya tidak ada sekat nasionalisme dalam Islam. Karena umat Islam ini tidak lagi bersatu sehingga sangat mudah dipecah belah kaum kafir penjajah.

Khilafah Islam dengan dakwah dan jihad akan menjadi perisai umat Islam itu sendiri. Maka dengan bersatunya negara muslim maka terwujudlah Islam yang rahmatan Lil alamin.

Tidak hanya umat Islam saja yang sejahtera dibawah naungan khilafah, akan tetapi semua makhluk yang ada di bumi merasakan keadilan dan kesejahteraan jika hukum-hukum Allah diterapkan.


Oleh: Munamah
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar