Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wajar, namun Kadang Jadi Besar


Topswara.com -- Imam al-Kisai رحمه الله berkata:

“Aku pernah shalat (menjadi imam) bersama Harun al-Rasyid. Aku merasa kagum dengan bacaanku, namun aku melakukan kesalahan pada satu ayat—kesalahan yang bahkan tidak pernah dilakukan oleh seorang anak kecil pun. Aku ingin mengatakan: ‘la‘allahum yarji‘ūn’(لعلهم يرجعون), tetapi aku malah mengatakan: ‘la‘allahum yarji‘īn’ (لعلهم يرجعين).

Ia (al-Kisā’ī) berkata: Demi Allah, Harun al-Rasyid tidak berani mengatakan kepadaku: ‘Engkau salah.’ Namun ketika aku selesai salam, ia berkata kepadaku: ‘Wahai Kisā’ī, bahasa apakah ini?’ Aku menjawab: ‘Wahai Amirul Mukminin, bahkan seekor kuda yang tangguh pun bisa tergelincir.’ Maka ia berkata: ‘Adapun yang ini, benar!’”

Imam al-Dzahabi رحمه الله mengomentari kisah ini dengan mengatakan:

“Barang siapa memahami dengan akalnya perkataan ini, maka ia akan mengetahui bahwa seorang alim, betapapun tinggi kedudukannya dan menonjol dalam ilmu, tetap tidak akan selamat dari kesalahan dan kekeliruan. Kesalahan itu tidak mencacat ilmunya, tidak menjatuhkan derajatnya, dan tidak mengurangi kedudukannya.

Barang siapa menyikapi kesalahan para ulama dan orang-orang mulia dengan cara seperti ini, maka akan terpuji metodenya, baik jalannya, dan ia akan diberi taufik menuju kebenaran.”

(Sumber: Siyar A‘lam al-Nubala’ 1/376)

Jadi siapapun bisa tergelincir dalam lisan, bisa salah. Harusnya disikapi dengan wajar. Namun di era digital kadang menjadi tidak wajar, kesalahan kecil bisa terus digoreng dan dibully sampai sebelum tiba Hari Kiamat. Inilah yang aku takutkan. Takut kesalahanku dalam menyampaikan sesuatu jadi aib digital yang ditelanjangi secara abadi.


Ajengan Yuana Ryan Tresna 
(Ulama)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar