Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Demo No Kings, dan Kebangkitan Islam


Topswara.com -- Apa jadinya jika sebuah negara adidaya, terkenal dengan keangkuhannya, dan hegemoni kepada negara-negara lain sangat kuat, tetapi presidennya di demo oleh rakyat sendiri. Rakyat yang sudah hilang ketundukannya kepada sang kepala negara yang di kenal arogan dan semena-mena. Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini? 

Berita luar negeri sedang memanas, dimana rakyat Amerika Serikat (AS) melakukan unjukrasa di sejumlah negara bagian AS. Jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi bertajuk "No King's" (Tidak ada raja) untuk menyuarakan penolakan terhadap pemerintahan Trump. 

Unjuk rasa tersebut dilaksanakan di 50 negara bagian AS serta 16 negara lainnya, ini merupakan aksi protes paling terkoordinasi sepanjang sejarah negara itu. Aksi tersebut diikuti Ormas anti otoritarianisme indivisible dan 50501, Serikat pekerja, dan perkumpulan akar rumput lainnya. Dilaporkan lebih dari tiga ribu aksi demonstrasi berlangsung di seantero AS.  (28 maret 2026. CNBCindonesia.com)

Penyebab dari aksi demontrasi tersebut di picu banyak hal, salah satunya adalah utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi menembus US$ 39 triliun pada Maret 2026. 

Utang bengkak, menyusul lonjakan pengeluaran akibat konflik AS, Israel, dan Iran. Akibatnya utang penduduk AS Rp 1,93M dan AS diambang kebangkrutan. Ambisi Trump kebijakan dunia dengan kebijakan militernya membuat utang AS berlipat-lipat, sehingga memantik kemarahan rakyatnya sendiri. 

Selain itu, sikap AS atau Trump mendukung Israel untuk menguasai Palestina, bersekutu dengan Eropa dan negara-negara Teluk untuk memerangi, ini semua telah membuka mata dunia dan warga AS akan kejahatan Trump juga hegemoni kapitalisme AS yang saat ini masih terus mencengkram. 

Ada yang lebih menyakitkan ketika pengkhianatan penguasa muslim yang justru mendukung AS dan Zionis, terbukti dengan banyaknya bantuan senjata nuklir yang di kirim penguasa Arab ke Israel. 

Bukan hanya itu, penguasa muslim dunia juga seakan tidak peduli kepada saudara muslim Palestina, bahkan sejak meletus perang hingga saat ini. Pengkhianatan penguasa muslim bersekutu dengan AS harus segera diakhiri.

Umat muslim harusnya sadar dan mau bersatu, agar kebangkitan Islam bisa benar-benar terwujud, genosida Israel ke Palestina bisa di akhiri, dan mereka antek-antek penjajah dan kaum munafikun segera sadar bahwa konflik di Amerika dan Israel bukan hanya konflik biasa. 

Namun ada sesuatu yang lebih besar daripada itu, yaitu masyarakat Amerika mulai sadar bahwa sistem saat ini yaitu sekularisme kapitalisme tidak bisa terus bertahan dan harus segera tergantikan. 

Bagaimana Islam menyikapi hal ini? Umat harus terus di sadarkan bahwa AS dan hegemoni kapitalismenya, dan politik demokrasinya, telah merusak dunia dan kehidupan antar bangsa, umat Islam dan penguasa muslim menjadi korban adu domba demi kepentingan AS. 

Upaya penyadaran politik umat Islam harus makin dideraskan di barengi dengan edukasi tentang politik Islam, yaitu "riayatussyuunil ummah" mengurusi urusan umat. Serta mengajak penguasa muslim untuk menggencarkan perjuangan penegakkan khilafah. Agar tatanan dunia yang rusak diganti dengan tatanan syari'ah Islam. 

Walaupun pada kenyataannya saat ini umat masih terpecah namun kita harus percaya dan yakin bahwa umat muslim akan mendapatkan kemenangan, sesuai dengan janji Allah dalam Al Quran An-Nur ayat 55. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْن

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

Wallahualam bishawab.


Oleh: Ade Siti Rohmah 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar