Topswara.com -- Puasa Ramadhan yang disyariatkan Allah atas orang-orang beriman itu bukan sekedar menahan diri untuk tidak makan dan minum sejak fajar sampai maghrib, tapi juga menahan lisan,pandangan,pendengaran dan hati dari hal-hal yang dilarang, karena dapat merusak pahala puasa.
Tujuan akhir puasa Ramadhan adalah takwa kepada Allah swt.(QS.Al-Baqarah : 183). Konsekuensinya puasanya harus baik sesuai sunnah Rasulullah saw. Seorang 'shaimun' harus benar-benar paham apa saja yang dapat merusak puasa Ramadhan yang pahalanya cukup menggiurkan. Yaitu diampuni dosa-dosa yang lalu,sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadis,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ulama beda pendapat ada yang mengatakan dosa kecil dan ada yang berpendapat dosa besar dan dosa kecil.
Mengapa penulis katakan menggiurkan? Karena syarat masuk surga itu harus bersih dari dosa. Jika seseorang masih berdosa karena dosanya belum diampuni Allah yaa translit dulu di neraka, sebagai hukuman sesuai dengan banyak sedikitnya dosa. Ini bagi mukmin yang berdosa, sementara jika orang musyrik atau kafir sampai mati tidak bertobat di neraka selamanya kekal abadi. Na'udzu billahi mindzalik.
Sudah seharusnyalah kita dalam berpuasa harus memahami syariatnya. Jangan sampai salah. Kalau salah tak bakalan dapat pahala dari Allah swt.
Berdasarkan ramadhan-ramadhan yang lalu ada beberapa kesalahan yang selalu berulang seolah tak mau tahu bahwa perilakunya di bulan suci ini menodai ibadah shaum Ramadhan. Antara lain kesalahan nya :
1. Melakukan Kemaksiatan
Sebagian orang yang berpuasa masih suka maksiat di bulan Ramadhan. Masih suka bohong, mengumpat, dan suka banget lihat konten porno di HP. Padahal ini jelas haram hukumnya, apalagi di bulan mulia ini.
Maksiat adalah melanggar syariat. Walaupun puasanya sah tapi rusaklah pahala puasanya sehingga yang ia dapatkan hanya lapar dan haus. Sebagaimana sabda Nab saw,
من لم يدعْ قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
“Siapa yang berpuasa, namun tidak meninggalkan dan masih mengucapkan kebohongan dan tuduhan yang tidak benar, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minum.”(HR.Al-Bukhari).
Subhanallah, itu peringatan tegas dari Allah. Allah Ta'ala tak butuh kepada orang yang puasa tapi masih tukang pembohong, tidak jujur, dan kemasiatan lain yang haram dilakukan oleh setiap muslim.
2. Berakhlak Buruk
Disyariatkannya puasa Ramadhan agar menjadi orang yang bertakwa. Untuk itu seorang yang berpuasa jangan berakhlak buruk seperti : cepat emosi, mudah tersinggung, usil berteriak-riak، galak terhadap keluarga, sering mengumpat orang lain serta perilaku keras dan kasar lainnya.
Maka, ini semua bertentangan dengan hikmah dilaksanakannya puasa. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw,
والصيام جُنَّة، فإذا كان يوم صوم أحدِكُم فلا يَرْفُثْ ولا يَصْخَبْ فإن سَابَّهُ أحَدٌ أو قَاتَلَهُ فليَقل: إنِّي صائم
“Puasa adalah perisai. Maka, pada hari salah seorang kalian berpuasa, janganlah ia bicara kotor dan jangan teriak-teriak (memancing keributan). Jika seseorang mencela atau memusuhinya, hendaknya ia mengatakan, ‘Aku sedang puasa."(HR.Al-Bukhari).
3. Bermalas-malas Di Siang Hari
Sebagaian orang menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Padahal bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah.Allah buka pintu-pintu surga selebar-lebarnya, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat, dan setan dibelenggu (HR.Bukhari dan Muslim).
Betapa ruginya orang yang hidup di bulan mulia ini tidak semangat untuk beramal ibadah. Sudah seharusnya di bulan penuh berkah ini semangat shalat berjamaah.
Jangan gegara buka puasa, shalat maghrib tidak berjamaah. Tilawah, tadarus Al-Quran pun harus inten, bahkan harus diupayakan 'tadarus bilmakna' sehingga benar-benar memahami makna kandungan kitab suci Al-Quran.
Sebagian orang juga menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk tidur sepanjang hari, dengan berdalil menggunakan hadis,
نوم الصائم عبادة
“Tidurnya orang yang puasa adalah ibadah.” (HR.Al-Baihaki).
Padahal, hadis ini adalah hadis lemah (Al-Silsilah Al-Dha’ifah, no. 4696) tidak bisa digunakan sebagai dalil. Maka, orang yang puasa seharusnya tetap produktif baik untuk kemaslahatan dunia maupun akhirat.
4. Banyak Makan dan Minum
Sebagian orang yang berpuasa justru menjadikan Ramadhan sebagai 'bulan banyak makan'. Mengapa ? Kalau diluar Ramadhan, normal-normal saja makannya. Tetapi masuk Ramadhan banyak 'ngoleksi makanan,' baik bikinan sendiri maupun beli di 'pasar beduk' yakni pasar khusus menjelang maghrib yang menyediakan kuliner menu Ramadhan.
Padahal jelas bahwa Allah SWT tidak menyukai sikap berlebih-lebihan (israf atau ghuluw) dalam segala hal, baik dalam makan, minum, berpakaian, maupun beribadah.
Larangan ini ditegaskan dalam Al-Qur'an, terutama Surat Al-A'raf ayat 31: "...makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan".
Sikap moderat (pertengahan) sangat dianjurkan untuk menghindari kesombongan, pemborosan, dan dampak buruk bagi diri sendiri
5. Kendur Beribadah di Akhir Ramadhan
Awal Ramadhan, masjid penuh bahkan tak memuat dengan jamaah shalat tarawih. Tetapi menginjak pekan kedua sudah berkurang jamaahnya. Puncaknya di sepuluh hari terakhir jamaah banyak yang libur aliar tak shalat tarawih di masjid, mungkin di rumah atau di tempat belanjaan.
Fenomena itu sudah dianggap biasa, padahal di malam terakhir Ramadhan ada 'lailatul-qadar'- malam kemuliaan. Beribadah di malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan lainnya yang tidak terdapat lailatul qadar. Firman Allah,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu :
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
“Barang siapa yang mendirikan lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang lalu".
Kata قَامَ “mendirikan” pada hadits di atas dapat diwujudkan dalam bentuk shalat, berzikir, berdo’a, membaca al-Qur-an dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Pintu Surga Arrayyan menanti orang-orang yang berpuasa Ramadhan dengan baik sesuai dengan aturan syariat Islam. Untuk itu yuk kita puasa Ramadhan dengan baik.
Oleh: Abdul Mukti
Pemerhati Kehidupan Beragama

0 Komentar