Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Menakar Kadar Kebersihan Hati

Topswara.com -- Pernahkah kita, atau bahkan mungkin sering, merasakan malas untuk membaca Al-Qur'an? Jangankan satu juz perhari. Bahkan selembar perhari pun tidak kuat. Jangankan selembar. Bahkan setengah halaman pun terasa berat. Jangankan setengah halaman. Bahkan sekadar membuka mushaf Al-Qur'an pun tidak sanggup dan terasa sulit. Jauh lebih mudah dan ringan saat membuka HP/gadget. Bisa puluhan kali. Dengan total durasi puluhan jam setiap hari.

Jika demikian keadaannya, boleh jadi hati kita kotor. Banyak noda. Akibat kita terlalu banyak dan terlalu sering berbuat dosa. Hanya saja kita sering tak merasa. 

Begitulah yang bisa kita pahami dari pernyataan Sayidina Utsman bin Affan ra. (w. 35 H):

لو طهرت القلوب لم تشبع من قراءة القرآن

Jika hati bersih maka ia tidak akan pernah kenyang dari membaca Al-Qur'an (Imam al-Ghazali, Ihyaa' 'Uluum ad-Diin, 3/ 5).

Karena kebersihan hatilah generasi salafush-shaalih bisa mengkhatamkan Al-Qur'an minimal sebulan sekali, atau seminggu sekali, atau tiga hari sekali. Bahkan banyak yang sanggup setiap hari. 

Contohnya adalah Imam Syafi'i rahimahulLaah. Beliau biasa mengkhatamkan bacaan Al-Qur'an setiap hari. Artinya, dalam sebulan beliau bisa 30 kali khatam Al-Qur'an. Apalagi selama Bulan Ramadhan. Sebagaimana disebutkan oleh muridnya, Rabi’ bin Sulaiman, “Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan al-Quran selama Ramadhan sebanyak kira-kira 60 kali (rata-rata 2 kali khatam Al-Qur'an setiap hari).” Menurut Ibnu Abi Hatim, khataman al-Quran tersebut sering beliau lakukan di dalam shalat-shalat beliau (Adz-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubalaa’, 10/36).

Masya Allah. Begitulah saat hati bersih. Bersihnya hati seseorang tentu karena ia jarang melakukan dosa. Sebabnya, ia memiliki sifat wara', yakni selalu merasa khawatir terjatuh ke dalam suatu dosa. Sekecil apapun dosa tersebut. Bahkan ia selalu hati-hati agar tidak terjatuh ke dalam perkara-perkara yang syubhat. 

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kebersihan hati kita. Aamiin.

Wa maa tawfiiqii illaa bilLaahi 'alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib.


Oleh: Ustaz Arief B. Iskandar
Khadim Ma'had Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar