Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bertakwalah di Mana pun dalam Segala Apa pun


اتَّÙ‚ِ اللهَ Ø­َÙŠْØ«ُÙ…َا ÙƒُÙ†ْتَ. رَÙˆَاهُ التِّرْÙ…ِØ°ِÙŠ

“Bertakwalah kepada Allah dimana pun engkau berada.” (HR. Tirmidzi)

Takwa berarti kita menjalankan ketaatan pada Allah atas petunjuk cahaya dari Allah dan kita mengharap pahala dari-Nya. Termasuk dalam takwa pula adalah menjauhi maksiat atas petunjuk cahaya dari Allah dan kita takut akan siksa-Nya.

Wujud takwa, diantaranya:
Pertama, bertakwa saat memilih dan mengambil satu pendapat untuk dijalankan. Misal mau ambil pendapat musik itu haram mutlak, mubah mutlak, atau haram/mubah dengan perincian. Semua harus dengan landasan takwa, yakni ketaatan pada syariat. 

Kedua, bertakwa saat memberikan nasihat kepada saudara muslim, apalagi seorang 'alim, yang dianggap keliru dalam berpendapat. Berikan haknya berupa nasihat secukupnya, tanpa harus merendahkan dan menjatuhkan. Karena menjatuhkan seorang muslim adalah haram. 

Ketiga, bertakwa saat menerima nasihat, mengambilnya jika mengandung kebenaran, merenungkan dan memperbaiki keadaan setelahnya. 

Keempat, bertakwa saat melihat adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama yang muktabar, dengan mengambil ilmu dan pelajaran darinya, bukan ikut tawuran dan menyerang pada aspek personalnya (ad hominem). 

Kelima, bertakwa ketika menyampaikan muhasabah kepada penguasa yang melegalkan kemaksiatan termasuk konser musik dan budaya barat lainnya yang memalingkan potensi pemuda muslim. Muhasabah adalah dakwah, dan dakwah adalah cinta, sehingga fokus pada argumentasi.  

Keenam, bertakwa ketika mendidik umat dengan tsaqafah Islam, semata karena dorongan iman, bukan karena ingin mendapat kedudukan. Umat didakwahi agar memiliki pemikiran dan perasaan Islam. 

Semuanya harus dengan landasan takwa dimana pun kita berada dan dalam hal apa pun posisi kita. Hikmah takwa dari ibadah puasa harus dirawat, karena fi'il mudhari pada ayat tersebut (tattaquna) berfaidah al-tajaddud wal huduts, bisa berubah alias tidak tetap. 


Oleh: Ajengan Yuana Ryan Tresna 
Peneliti Raudhah Tsaqofiyyah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar