Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tahapan Sebelum Pembebasan Palestina

TopSwara.com -- Dai Muda dan Influence Ustadz Felix Siauw memaparkan bahwa penjajahan Palestina itu terjadi setelah penjajahan pemikiran (memisahkan muslim satu dengan yang lain) merusak pemikirannya (akidah). 

"Tanah Palestina telah dijajah sampai saat ini, awal mulanya yang dijajah dari pemikirannya, memisahkan Muslim satu dengan yang lainnya, membuat sekat diantara Muslim lainnya, maka terjadilah penjajahan Palestina, karena pemikiran umat Muslim yang telah dibelenggu dengan dalih nasionalisme (sekat antar negara)," ujarnya dalam Chanel Felix Siauw (3/11/2023)

Cara Memerdekakan Palestina dari Penjajah

Beliau menyampaikan hanya dengan membebaskan pemikiran umat Muslim dari belenggu pemikiran yang merusak umat terlebih dahulu, maka Palestina dapat dibebaskan dari penjajahan.

"Penyakit pemikiran itu lebih bahaya, maka betul pembebasan pemikiran itu lebih dulu daripada pembebasan tanah maka kita tidak bisa lanjut pada pembebasan tanah apabila kita belum selesai  dengan pikiran yang salah," tegasnya 

Ketika pertama kali Tanah Palestina diberikan kepada penjajah Israel oleh Inggris, agen-agen mereka mendapatkan pemikiran ini dari Yahudi yang tidak suka dengan Islam. 

UFS menyampaikan bahwasanya penjajah mengatakan masalah umat Muslim ini bukan urusan agama, maupun akidah. Melainkan hanya urusan orang-orang Arab. 

"Tetapi kemudian dengan dalih nasionalisme statement itu diperkecil lagi, yang awalnya urusan orang Arab sekarang hanya menjadi urusan Palestina saja, urusan politik, urusan terorisme," imbuhnya 

"Lagi-lagi umat Muslim diracuni dengan pemikiran yang merusak, bahkan saat ini banyak umat Muslim yang mendukung Israel, mereka tidak bisa membedakan mana korban mana pelaku, dan mana yang biadab," ujarnya 

"Disinilah pemikiran orang-orang yang bermasalah bukan dari fisiknya tetapi isi kepalanya terlebih dahulu karena itu kita harus selalu sadar bahwasanya agama Islam lah yang menjadi patokan, Islam yang mengatur seluruh problematika kehidupan dari politik, ekonomi, budaya, bahkan negara," tutupnya.[] Indah Setyorini
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar