Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bullying, Representasi Rendah Sistem Pendidikan Kapitalisme


Topswara.com -- Bullying adalah segala sesuatu yang berbentuk kekerasan atau penindasan yang di lakukan dengan sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kekuatan lebih daripada orang lain. 

Mereka melakukan hal tersebut hanya untuk kesenangan mereka serta bertujuan untuk menyakiti orang lain atau kelompok lain yang lemah dan bullying ini sering dilakukan secara terus menerus oleh pelaku. Oleh karena itu, miris rasanya melihat kondisi remaja hari ini yang dengan tegahnya melakukan bullying kepada seorang nenek yang sedang berjalan di pinggir.

Dilansir dari kumparanNEWS (20/11/2022), bahwa seorang remaja yang sedang melintasi jalan menggunakan pakaian Pramuka sekolah tega menendang seorang perempuan paruh baya hingga tersungkur dan membuat ibu itu menangis sembari berlari menjauhi gerombolan pelajar tersebut. 

Setelah video tersebut viral, maka pelajar yang berjumlah enam orang tersebut  langsung di amankan oleh pihak ke polisi Tapsel. Kejadian ini terjadi di daerah Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Tapsel (Tapanuli Selatan).

Dari fakta di atas kita bisa melihat bahwa betapa rendah mutu pendidikan moral remaja hari ini. Melihat, begitu entengnya kaki pelaku menendang orang yang telah tua rentang menghadirkan rasa geram dalam jiwa para manusia yang sangat menjunjung tinggi moral dan adab terhadap orang yang sudah tua, mau itu keluarga ataupun orang lain.

Moral dan adab adalah dua ilmu yang harus di tanamkan dalam diri remaja agar mereka tahu cara menghormati dan memuliakan orang yang sudah tua. Tentu saja peran ini di kembalikan kepada orang tua dan guru. 

Namun hal ini harus dibantu dengan program sekolah dalam pembentukan karakter moral dan adab peserta didik hingga mereka memahami dan memunculkan rasa kasih dan sayang terhadap orang tua mana pun yang mereka jumpai, agar tak ada lagi kejaian anak remaja yang menendang orang tua dengan alasan apa pun. 

Karena orang tua atau orang yang lebih memiliki hak untuk dihormati, berhak mendapatkan perhatian, perlindungan dan penjagaan, sedangkan anak atau orang yang lebih muda memiliki kewajiban memberikan penjagaan dan kenyamanan kepada setiap orang tua yang ia jumpai.

Sebagai dalam sabda Rasulullah SAW.
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda atau tidak menghormati yang lebih tua.” (HR. at-Tirmidzi no. 1842 dari sahabat Anas bin Malik)

Hadis di atas memberikan peringatan keras kepada manusia bahwa, bagi siapa pun yang tidak menghormati orang yang sudah tua maka dia bukan golonganku. Rasulullah telah memberikan penegasan kuat bagi para hamba Allah agar tidak melakukan kejahatan atau ke tidak sopan terhadap orang yang lebih tua. Karena tidak akan lagi di anggap sebagai golongan oleh Rasulullah SAW.

Selain itu telah dikisahkan pula dalam hadits al-Bukhari bagaimana seorang pemuda di zaman Rasulullah menghormati para sahabat yang lebih tua di depan Rasulullah SAW.

“Beritahukanlah kepadaku tentang suatu pohon yang pemisalannya seperti seorang muslim. Pohon tersebut mengeluarkan buahnya setiap waktu dan tidak menggugurkan daunnya dengan seizin Rabbnya.”  Abdullah bin Umar berkata, “Dalam hatiku terbersit bahwa itu adalah pohon kurma, namun aku enggan untuk berbicara karena di sana ada Abu Bakr dan Umar.” Ketika Abu Bakr dan Umar tidak menjawab maka Rasulullah pun memberikan jawaban, “Itu adalah pohon kurma.” Ketika Abdullah bin Umar keluar dari majelis bersama ayahnya dia pun berkata, “Wahai ayahku, tadi terbersit dalam hatiku bahwa itu adalah pohon kurma.” Kemudian Umar berkata, “Apa yang menghalangimu untuk menjawabnya? Kalau seandainya engkau menjawabnya maka yang demikian ini lebih aku senangi daripada ini dan itu (harta terbaik).” Abdullah bin Umar berkata, “Tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab melainkan karena engkau dan Abu Bakr tidak berbicara sehingga aku pun enggan untuk berbicara.” (HR. Al-Bukhari no. 360 dalam al-Adabul Mufrad dari shahabat Abdullah bin Umar).

Jelas hadis ini memperlihatkan kepada kita bagaimana para sahabat yang masih muda memuliakan para sahabat yang sudah tua dengan membiarkan mereka untuk berbicara terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan mereka terhadap orang yang lebih tua.

Begitulah Islam memuliakan dan menghormati orang tua, bukan justru memotong pembicaraannya apa lagi menendangnya. Karena itu, kita butuh penerapan hukum-hukum Islam agar menjadi pedoman hidup bagi seluruh alam semesta dan seisinya. Karena dengan penerapan syariat Islam mampu menghadirkan pengajaran adab dan moral yang tinggi pada diri manusia terutama para peserta didik remaja. Wallahu  a’lam bissawab 


Oleh: Rismawati, S.Pd
Pegiat Literasi
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar