Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Islam, Perisai Setiap Insan


Topswara.com -- Agama Islam yang notabene adalah agama terbesar di dunia, hampir tiap tahunnya mengalami pelecehan, seperti yang baru-baru ini terjadi di India. Yang mana India mengalami Islamofobia. Namun di sisi lain umat Islam yang jumlahnya banyak tidak dapat berbuat apa-apa.

Banyaknya kaum muslimin bagaikan buih di lautan yang hanya terombang ambing kesana kemari di terpa ombak. Mereka tidak ada dan dan upaya untuk melawan penghinaan tersebut. 

Bukan kali ini saja India melecehkan agama Islam. Negara muslim beramai-ramai menghujat dan memboikot segala jenis produk yang berasal dari negeri Bollywood. Pasalnya politisi dari partai Bharatiya Janata Party (BPJ) yang notabene adalah pemeluk agama Hindu telah menghina Nabi Muhammad SAW. 

Hal tersebut sontak menyulut kemarahan seluruh kaum muslim di dunia. Bahkan di India sendiri tepatnya di India Timur, telah terjadi bentrok antar umat Hindu dan Muslim. Dari kejadian tersebut memakan dua korban dan puluhan orang luka-luka. (republika.co.id,12/06/2021)

Sikap kaum muslimin di India tersebut tergolong wajar dilakukan, karena memang mereka ingin menjaga nama baik dan marwah agamanya. Sehingga mereka berani untuk melawan ketidak adilan yang mereka terima. 

Sebagai kaum minoritas di India, Islam kerap kali dilecehkan dan dinistakan oleh mereka para Islamofobia. Karena sejatinya memang mereka sangat membenci Islam. Tak jarang jika banyak kaum Muslim di sana dinistakan. Hal inilah yang menjadi PR besar bagi seluruh kaum Muslim di dunia.

Negara Muslim di seluruh dunia seharusnya mengambil tindakan yang pasti dan nyata atas penghinaan tersebut. Karena penghinaan dan pelecehan terhadap kaum muslimin terus saja terjadi tiap tahunnya. 

Tak hanya cukup dengan tindakan protes serta memboikot segala jenis produk yang dikirim atau diterima dari negari Barata tersebut. Begitu pula negara kita tercinta ini, seharusnya mengambil tindakan tegas atas apa yang dilakukan oleh India. Tak cukup mengecam dan mengutuk tetapi tidak ada aksi nyata darinya. Pasalanya Indonesia adalah negara yang memiliki hubungan kerjasama dengan India. Namun tidak ada ketegasan sama sekali. 

Karena jika negeri ini ikut memboikot maka, akan kehilangan beberapa komoditas impor dari India. Seperti halnya hasil-hasil minyak bumi yang menjadi barang impor terbesar dari India. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang periode Januari-Maret 2022 nilai impor Indonesia dari India mencapai US$ 2,66 miliar atau Rp 38,58 triliun (kurs=Rp14.500/US$). Sepanjang kuartal pertama 2022, impor barang tersebut mencapai US$ 623,49 juta atau Rp 9 triliun. Kemudian ada gula, tetes, dan madu yang diimpor dari India senilai Rp 5,93 triliun. Indonesia juga mengimpor kendaraan bermotor untuk barang senilai Rp 1,82 triliun. (cnbcindonesia.com, 7/06/2021)

Kapitalisme adalah ideologi yang tengah menguasai dunia saat ini. Di mana sistem tersebut mengusung kebebasan terhadap setiap individu. Mereka berhak melakukan apa saja, tanpa harus terbebani dengan aturan-aturan yang mengikat masyarakat. Menjunjung tinggi hak asasi manusia, sehingga mereka dengan leluasa menyalurkan kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dan kebebasan – kebebasan yang lainnya. Tak heran jika banyak aturan-aturan yang bertabrakan dengan ideologi ini. 

Begitupun dengan Islam, yang tak hanya sebuah agama ritual. Namun Islam juga sebagai ideologi yang mengatur setiap sendi kehidupan. Karena aturan yang dibawa oleh Islam adalah aturan dari Allah SWT. Maka dari itu jika aturan yang sejatinya harus diterapkan tapi, pada akhirnya dinomor duakan pastilah akan terjadi kecelakaan. Bahkan banyak dari mereka dengan gampangnya menistakan agama ini dengan dalih mengusung kebebasan berpendapat. 

Tak heran jika segala bentuk pelecehan, penghinaan serta penistaan kepada Nabi Muhammad SAW serta seluruh ajaran Islam kerap terjadi di sistem sekuler. Dimana sistem ini adalah sistem yang mengenyampingkan agama dari kehidupan. 

Sehingga wajar saja negara Muslim lainnya tak ada tindakan nyata. Karena mereka lebih takut kehilangan keuntungan daripada membela agamanya. Sehingga beragam tindakan protes dan boikot tidak mampu hentikan kecuali oleh negara yang berbasis syariat dan memiliki kekuatan sehingga menggentarkan musuh Islam.  

Dengan adanya kasus-kasus yang sering terjadi tersebut kita dapat belajar. Dan seharusnya menguatkan dorongan Muslim unuk bersatu membangun kekuatan politik Islam (khilafah). Dimana ketika negara – negara Muslim bersatu menjadi satu naungan institusi Islam yakni khilafah, maka kehormatan kaum muslimin pasti akan dijaga. Rasul dan ajaran-ajaran agama ini pasti tak akan ada yang berani mengusik. 

Karena ketika mereka berani mengusik maka akan fatal akibatnya. Sanksi yang sangat tegas akan diberikan untuk mereka para penghina. Karena Negara Islam atau khilafah adalah sebuah perisai yang menjadi pelindung orang-orang yang berada di belakangnya. Perisai yang mampu menggetarkan dan menciutkan nyali lawannya. Maka, bagi kita umat Islam mari mengambil Islam sebagai sistem yang akan menjaga kita. Waallahua’lam bishawab.



Oleh: Deny Rahma
Komunitas Menulis Setajam Pena
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar