Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mantan Penyanyi Opera Kelas Dunia: Dari Penjual Kopi Aku Mengenal Islam


Topswara.com -- Siapa sangka, seorang mantan penyanyi opera kelas dunia asal Wisconsin, Amerika, mengenal Islam dari kesukaannya terhadap kopi. Ia mengetahui Islam untuk pertama kalinya dari seorang penjual kopi Muslim berasal dari Mesir. 

"Suatu hari pria Mesir itu menceritakan kepada saya tentang Islam, dan saya sangat terkejut. Saya sudah melihat agama monotheisme, Ibrahimiah sepanjang hidup saya. Jujur, saya sangat terpikat dengan kopinya dan memang luar biasa. Namun yang benar-benar membuat saya sangat terpikat adalah mempelajari Islamnya," tuturnya dalam Kisah Mualaf bertajuk Rela Tinggalkan Karir demi Agama Allah, di kanal YouTube Ayatuna Ambassador (08/03/2022). 

Wanita yang sekarang bernama Noor Saedah tersebut dulunya bekerja di berbagai perusahaan opera yang sering tampil di gereja-gereja. Bahkan bersama orang Yahudi di Sinagog bernyanyi saat hari raya mereka. Ia memulai karirnya dalam dunia seni sejak umur 18 tahun setelah selesai masa pendidikannya. 

Noor Saedah sendiri sebenarnya adalah seorang pecinta kopi dan juga memiliki kedai kopi yang ia kelola sendiri. Itulah yang membuat dirinya bertemu dengan pria Muslim asal Mesir pemilik kedai kopi tersebut. 

"Saya tinggal di New York, dan suka minum kopi. Saya punya kedai kopi sendiri. Saya mengambil kopi terbaik dari Manhattan. Tiba-tiba ada kedai kopi yang buka di sebelah sisi barat Manhattan. Saya coba untuk mampir lalu melihat seseorang yang berjenggot tebal dan berambut hitam. Bagi saya mungkin sedikit menakutkan sebenarnya," ujarnya. 

Noor Saeda mengatakan bahwa dirinya hampir setiap hari datang ke kedai pria Muslim asal Mesir itu untuk mencari tahu lebih banyak tentang Islam sambil menikmati kopinya. Seperti menanyakan tentang jumlah umat Islam di dunia dan juga tentang Al-Qur'an. 

Sebagai seorang penyanyi opera yang juga merupakan seniman, ia akui kekagumannnya terhadap Al-Qur'an sejak ia lihat dan dengar pertama kali dari lelaki Mesir tersebut. Banyak hal menurutnya bisa ditemukan dalam Al-Qur'an. Terutama tentang pembahasan akal manusia, sejarah, bahkan Al-Qur'an katanya adalah psikolog terbaik bagi manusia.  
 
"Saat saya membaca Al-Qur'an dengan tafsir bahasa Inggris, saya merasa seperti potongan puzzle yang terjawab sempurna. Bagi saya, Islam adalah agama orang yang berpikir. Saya menemukan banyak hal dalam Al-Qur'an yang semuanya masuk akal. Sejarah, psikologi, dan ini (Al-Qur'an) merupakan psikolog hebat untuk  manusia. Sebagai seorang seniman, saya perhatikan kaligrafinya yang begitu bagus. Berdasarkan jiwa seni, saya tahu itu sangat indah," ungkapnya. 

Selama enam bulan, ia mempelajari Islam lalu menjadi mualaf semata-mata dorongan dari keyakinannya sendiri terhadap isi Al-Qur'an. 

"Seperti kisah Nabi Nuh bukan sekadar menaikkan binatang dalam perahu, melainkan misi dakwah kepada umatnya selama 950 tahun. Nabi digambarkan sebagai manusia yang agung, sedangkan bible terkadang menceritakannya sebagai pendosa yang keji. Sebagai wanita yang saat itu sudah cukup dewasa, pragmatik, menurut saya semua ajaran Islam itu sangat masuk akal. Hanya berselang enam bulan, saya yakin untuk bersyahadat. Alhamdulllah," tegasnya.

Setelah bersyahadat, ia mengakui tidak mencukupkan diri hanya sampai di situ. Ia terus mempelajari Islam bahkan ia juga mantap meninggalkan dunia lamanya sebagai penyanyi opera yang merupakan karir terbaiknya sebelum masuk Islam. 

"Setelah jadi seorang Muslim, saya mulai memperhatikan akhlak seorang Muslim, cara berpakaiannya. Saya yakin 100 persen, saya sadar bahwa karir dan dunia pertunjukan mungkin sudah tidak pantas lagi bagi saya sebagai perempuan. Berada di atas panggung di depan banyak macam penonton, memakai gaun indah serta cerita menarik lainnya, terlihat sudah tidak pantas. Tidak ada yang memaksa saya untuk meninggalkan karir saya di sana, dan itu lembaran hidup yang sudah saya tutup rapat-rapat," bebernya. 

Menurutnya, ia sudah meraih semua impiannya. Bernyanyi di tempat luar biasa dengan orang-orang luar biasa, lalu Allah mengizinkannya dengan mudah untuk menutup lembaran lama dalam hidupnya dan telah memilih untuk melanjutkan kehidupan sebagai seorang Muslim. [] M. Siregar
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar