Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Youtuber Korea Jadi Mualaf, Bukti Islam Agama untuk Semesta


Topswara.com -- Berbeda dengan oppa-oppa Korea yang sedang digandrungi, Jay Kim terlihat gemulai dengan kain berwarna merah muda menutupi tubuh di sekitar wajahnya. Gayanya kemayu, jemari lentiknya melambai menyapa kamera. Dengan suara yang dibuat lembut, ia memperkenalkan diri sebagai Jayna. Lagaknya persis seperti seorang muslimah. Padahal Jay Kim itu laki-laki tulen! Wajahnya, bisa lah dibilang tampan. Ia memiliki rahang kotak khas dan kelopak mata sayu, terukir sempurna dengan hidungnya yang mancung.

Setelah memperkenalkan diri, Jay menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan sembari tertawa geli. Ternyata gerakan kemayu itu ia lakukan bukan karena suka berlagak jadi wanita. Ia sengaja melakukannya karena sedang membuat adegan pembuka untuk video di kanal Youtube miliknya. Untuk pertama kalinya ia ingin membuat konten tentang Muslimah. Sebuah video yang membawanya menuju hadiah terbesar dari Penguasa Semesta, yaitu, Laa Ilaha Illallah, Muhammad Rasulullah.

Siapa sangka satu tahun setelah membuat konten itu Kim pergi ke masjid di Itaewon untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal itu ia lakukan setelah meneliti Islam secara mendalam. Tidak main-main, saat belum masuk Islam, Kim telah berpuasa Ramadhan selama satu bulan penuh. “Dengan berpuasa aku banyak merasakan hal positif dalam diriku, aku seperti menemukan diriku sendiri,” katanya di salah satu video. 

Ya. Kim mendokumentasikan perjalanan hijrahnya menuju Islam di kanal Youtube pribadinya yang bernama Daud Kim. Saat ini akun tersebut telah memiliki 2.65 juta subscribers. 

Ia kemudian berkisah dalam salah satu video yang berjudul Mengapa Aku menjadi Muslim, “ingatanku mengenai Islam bermula sejak kejadian 9.11. Saat itu aku masih kecil, aku menyaksikan hancurnya gedung besar di TV. Itulah saat pertama aku mendengar kata ‘Islam’. Dulu aku pikir Islam itu berbahaya sampai aku berkunjung ke Jakarta, Indonesia untuk acara musik dengan tema Korean Festival. Aku bertemu banyak sekali fans dari Indonesia dan ada dua hal yang membuatku terkejut. Pertama adalah karena mereka sangat ramah, kedua karena mereka mengenakan kerudung.” Sorot matanya nampak bersemangat saat bercerita. 

Kim kemudian kembali mengenang, “aku bahkan tidak tahu apa itu hijab. Kau tahu, Indonesia negara yang sangat panas. Jadi aku sangat penasaran, aku bertanya pada salah satu muslimah. Kenapa kamu memakai kerudung? Apakah ada orang yang memaksamu? Dan dia (muslimah Indonesia) bilang, ‘aku sebuah berlian yang sangat berharga, jadi aku tidak mau memperlihatkan diriku pada orang-orang. Tak ada yang memaksaku, ini adalah pilihanku dan aku bangga karenanya.’ Hal itu sangat menarik bagiku. Aku bertanya dalam diriku, aku selalu mengira itu adalah penindasan, tapi aku salah. Apa yang membuat mereka sangat bangga? Pada saat itu aku tidak tahu... itu adalah Iman.”

Kembali kepada saat-saat Kim belum masuk Islam. Setelah pulang dari Indonesia rupanya Kim belum sadar ia telah mendapatkan panggilan hidayah. Sampai tiba-tiba ayahnya kehilangan pekerjaan, Kim harus berhenti dari dunia musik dan bekerja di minimarket. Saat itu ia sangat depresi lalu mulai meng-upload video tentang Islam. Dimulai dari penjelasan apa itu hijab video saat ia berlakon seperti Muslimah (Jayna), dan mendapatkan banyak tanggapan positif.

Hal itu terus membuatnya meneliti tentang Islam. Termasuk mencari Imam Korea, komunitas muslim luar negeri yang tinggal di Korea maupun mualaf Korea lainnya. Tentu saja video-video itu menimbulkan pro dan kontra. Terutama ketika Kim akhirnya benar-benar masuk Islam. Banyak orang yang mengucapkan selamat dan banyak pula yang datang menghujat. Mengatakan Kim hanya menggunakan Islam untuk mendongkrak popularitas. Terutama setelah masa lalunya terungkap. Yaitu saat ia masih minum dan pergi ke diskotek.

“Benar, setelah mengulas tentang Islam aku memang mendapatkan popularitas. Dan aku telah melakukan kesalahan di masa lalu. Maafkan aku. Tapi aku tetap muslim.” Kim menegaskan dan melakukan klarifikasi. Ia kemudian memutuskan untuk menghilang dari sosial media.

Allah SWT ternyata tak membiarkan Kim sendirian. Dukungan demi dukungan dari ulama berdatangan padanya. Termasuk dari ulama asal Zimbabwe, Ismail ibn Musa Menk atau yang lebih dikenal dengan Mufti Menk. Ia mengomentari akun YouTube Daud Kim, mendoakannya agar mendapat rahmat dari Allah SWT. Beliau menambahkan kalau menjadi muslim di negeri minoritas bukanlah hal yang mudah. Namun Kim tetap pada keputusannya memeluk Islam.

Setelah menghilang beberapa saat, Kim akhirnya kembali dengan energi yang baru. Ia tetap berpenampilan selayaknya Kim yang dulu, tetapi ia lebih banyak mengulas tentang Islam di kanal YouTubenya. Ia menyajikan video dengan tampilan yang ringan dan informatif agar mempermudah orang Korea yang ingin berkenalan dengan Islam.

Kini sudah satu tahun sejak Kim memutuskan menjadi mualaf. Ia terus membuat video tentang keseharian Muslim di Korea dan pemikirannya tentang keindahan-keindahan Islam yang baru saja ia temukan dan pelajari. Dalam membuat video, sekarang Kim banyak bekerja sama dengan komunitas internasional yang mengajarkan Islam, seperti Free Qur’an Education dan Darul Arqam Studio. 

Kim juga mengubah nama depannya dari Jay menjadi Daud karena memiliki arti sama dengan David, nama baptisnya sebelum masuk Islam. Ia terpukau saat mengetahui nama ‘Daud’ adalah nama Nabi yang dihormati dalam Islam. Meski masih mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, Kim tidak goyah. Ia terus dan terus belajar. Kim mengungkapkan, ia memiliki impian agar Islam bisa lebih terdengar akrab di bumi Korea. Dan saat ini Kim sedang belajar dan berusaha agar impiannya dapat tercapai.[]

Oleh: Alantika Putri
(Member Kelas Feature News TintaSiyasi)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar