Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dosol Uniol 4.0 Diponorogo Beberkan Tiga Tips Siap Nikah


Topswara.com -- Dosen Online (Dosol) Universitas Online (Uniol) Diponorogo 4.0 Ika Mawarningtyas membeberkan tiga tips siap nikah.

"Pertama, menjaga dan meluruskan niat. Menikah adalah ibadah. Setiap ibadah bernilai pahala tatkala niatnya tepat sesuai anjuaran as syari' (Allah SWT)," tuturnya dalam kuliah online di grup WhatsApp Uniol 4.0 Diponorogo, Rabu (7/7/2021).

Ia menjelaskan, yang dimaksud meluruskan niat yakni, niatan untuk terhindar dari kemaksiatan akibat tidak/belum menikah.

 "Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya, "Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” ungkapnya.

"Kedua, Persiapan ilmu. Menikah adalah ibadah yang bisa menghadirkan pahala bagi yang menjalankannya. Dengan menikah bisa menjadi terbukanya pintu-pintu surga ketika menikah dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Lantas bagaimana agar menikah tidak sia-sia padahal sudah tepat niatnya lillahita'ala terhindar dari kemaksiatan (perzinaan) dan melahirkan keturunan yang shalih? Maka tidak lain dan tidak bukan, jalanilah pernikahan dengan ilmu," terangnya.

Ia mengatakan, hak dan kewajiban suami/istri. Masing-masing punya hak dan kewajiban yang harus ditunaikan sebaik mungkin. Jika seorang yang menjalani pernikahan tidak memahami apa kewajibannya, bagaimana bisa dia akan menghadirkan nuansa ibadah fastabiqul khairat dalam pernikahannya? Yang ada, dosa-dosalah yang banyak dia petik karena kelalaiannya dalam menjalankan kewajiban.

"Ketiga, persiapan materi. Persiapan ini penting tetapi bukan yang paling penting. Pernikahan butuh materi itu benar, tetapi  bukan berarti orang yang tidak punya materi sama sekali akan gagal dalam pernikahannya. Sudah banyak hukum alam yang membuktikan bahwa orang yang sebelumnya tidak memiliki materi duniawi, dengan menikah maka Allah SWT cukupkan. Maka kita pernah mendengar, "menikahlah maka engkau akan kaya",  tuturnya.

Ia menambahkan, persiapan menikah di atas, selain diupayakan sendiri, seharusnya juga menjadi tanggung jawab negara untuk menyiapkannya. Supaya yang menikah, benar-benar siap lahir batin, siap bekal dan semuanya. Harapannya, keluarga yang dibina mampu mencetak generasi Muslim penerus estafet kepemimpinan Islam.

"Oleh karena itu, penting negara berperan pula. Sebagaimana dalam kehidupan yang ditemui, ketika menikah bukan ketulusan dan lillah, banyak sekali angka perceraian, pertengkaran dalam dan antar keluarga," bebernya.

Ia menilai, persiapan selain diupayakan sendiri, seharusnya juga menjadi tanggung jawab negara untuk menyiapkannya. Supaya yang menikah, benar-benar siap lahir batin, siap bekal dan semuanya. 

"Harapannya, keluarga yang dibina mampu mencetak generasi Muslim penerus estafet kepemimpinan Islam. Oleh karena itu, penting negara berperan pula," tegasnya.

Ia membeberkan, sebagaimana dalam kehidupan yang ditemui, ketika menikah bukan ketulusan dan lillah, banyak sekali angka perceraian, pertengkaran dalam dan antar keluarga.

"Ragukah kita dengan kalam Allah SWT? Materi yang berkecukupan memang mampu memperlancar awal proses menuju pernikahan. Selanjutnya, menikah bukan sekadar tercukupinya materi, tetapi ada hak dan kewajiban yang harus terpenuhi, ada rasa ketenangan (sakinah) yang hadir, ada rasa saling mengasihi (rahmah), ada rasa cinta yang menghiasinya (mawaddah). Berapa banyak materi yang bergelimang tetapi pernikahannya menjadi neraka dan bencana karena niat yang salah dan tidak paham ilmunya," tandasnya. [] Alfia Purwanti dan Munamah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar