Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Inilah Hukuman Berat bagi Pelaku Riba


Topswara.com -- Pakar Ekonomi Islam Dwi Condro Triono, SP.,M.Ag.,Ph.,D. membeberkan hukuman berat bagi pelaku riba.

“Kalimat yang pertama, orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran menderita penyakit gila," tuturnya dalam acara Ngeri!!! Inilah Hukuman Berat bagi Pelaku Riba-Ustadz Dwi Condro, Jum'at (27/12/2019) di kanal YouTube Cinta Quran TV.

Dwi Condro mengutip surah al-Baqarah ayat 275 “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa yang mendapat peringatan dari tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni  neraka, mereka kekal di dalamnya”.

“Yang menarik dari kalimat yang pertama ini, ada kata-kata tidak dapat berdiri, ini menarik. Karena kalau kita lihat faktanya, kita tidak pernah menjumpai hubungan makan riba dengan berdiri saja tidak bisa, tapi Al-Qur’an mengatakan orang yang makan riba itu tidak dapat berdiri,” ujarnya.

Menurutnya, memahami makna hubungan riba dan berdiri harus lihat tafsirnya, salah satunya tafsir dari penjelasan Rasulullah SAW. Dirinya membaca salah satu kitab, Rasul pernah menjelaskan “Pada waktu aku di mi’rajkan ke langit, aku melihat sekelompok orang yang diinjak-injak oleh para pengikut Firaun, mereka diberdirikan di tepi api neraka, mereka berkata wahai Rabb kami jangan pernah terjadi kiamat.”

“Yang menarik dari hadis tadi, kenapa mereka sampai diinjak-injak pengikut Firaun? ternyata mereka ini sekelompok orang yang perutnya membesar sebesar rumah sehingga mereka berdiri saja tidak bisa. Kenapa tidak bisa berdiri? Karena perutnya membesar sebesar rumah. Kemudian nabi bertanya kepada malaikat Jibril, wahai Jibril siapa mereka itu? Jibril menjawab, mereka adalah para pemakan riba dari kalangan umatmu, berarti umat Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menurutnya, dalam riwayat lain, manusia dibangkitkan dari kuburnya. Semua manusia bangkit, semua manusia berjalan menuju satu titik di padang mahsyar. Satu-satunya kelompok manusia yang tidak bisa bangkit adalah para pemakan riba,  karena perutnya membesar sebesar rumah.

“Kata Nabi kenapa mereka tidak bisa bangkit? Karena perutnya membesar sebesar rumah dan isinya ular-ular berbisa yang bisa terlihat dari luar perut mereka. Ketika mereka dibangkitkan ke Padang Mahsyar, mereka tidak bisa bangkit dan berjalan. Mereka itu para pemakan riba, ini baru kalimat pertama,” tegasnya 

Menurutnya, kalimat kedua dari Al-Baqarah ayat 275, Allah mengatakan keadaan mereka itu disebabkan karena mereka mengatakan bahwa jual beli sama dengan riba. Teori ini diajarkan di Fakultas Ekonomi bahwa jual beli sama dengan riba, itulah yang membuat semua umat Islam terjebak riba. 

Ia pun menilai, alasan pakar ekonomi mengatakan jual beli sama dengan riba. Ia mengambil contoh sederhana, misalnya seseorang membeli sepeda motor seharga 10 juta kemudian di jual dengan harga 11 juta, maka menurut pakar ekonomi modalnya 10 juta keuntungannya 1 juta. Sekarang apa bedanya seseorang memiliki uang 10 juta, kemudian dipinjamkan selama satu tahun bunganya 1 juta, jadi kembalinya 11 juta, berarti modalnya 10 juta keuntungannya1 juta. Menurut teori ekonomi, itu disebut sama karena modalnya sama-sama 10 juta, keuntungannya sama-sama 1 juta.

“Kalimat ketiga dari Al-Qur’an tegas mengatakan. Saya berani bilang satu-satunya teori ekonomi yang masih mengatakan itu tidak hanya Al-Qur’an. Semua pakar ekonomi mengatakan sama. Di kalimat ketiga, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Kalau dibaca dalam bahasa ekonomi, Allah telah menghalalkan jual beli, maknanya Allah telah menghalalkan uang ketemu barang menghasilkan uang. Dan mengharamkan riba, maknanya Allah telah mengharamkan uang ketemu uang menghasilkan uang,” tegasnya.

“Allah inginnya kita hanya dibolehkan bisnis di sektor riil dan mengharamkan bisnis di sektor non riil. Contohnya pinjam uang 10 juta kembali 11 juta itu disebut riba, kalau kita ingin tahu riba itu apa, harus dengan penjelasan dari Rasul, tidak bisa menurut akal manusia," ungkapnya. 

Menurutnya, setiap utang piutang yang menghasilkan manfaat menurut Rasul itu adalah riba. Kalau utang 10 juta kemudian kembali 10 juta ditambah 100 ribu, maka 100 ribu manfaat dari utang itu disebut riba. Bahkan tidak harus uang, ibu-ibu meminjamkan tetangganya 1 juta, dikembalikan 1 juta tambah dengan semangkuk sayur, semangkuk sayur itu riba.

Menurutnya, Yang paling mengerikan di akhir Q.S. Al-Baqarah ayat 275, “Barang siapa yang sudah mengetahui larangan dari tuhannya, kemudian mau berhenti dari mengambil riba, maka baginya yang sudah lampau di maafkan oleh Allah”. Kalau dulu tidak tahu banyak terlibat riba sekarang sudah tahu, kemudian mau berhenti dari mengambil riba, maka yang lampau-lampau di maafkan, yang penting mau tobat dan jangan diulangi.

“Di akhir ayat ini yang paling keras Allah mengatakan “Barang siapa yang mengulangi lagi” sudah tahu itu haram masih mengulangi lagi mengambil riba “Mereka adalah penghuni-penghuni neraka dan mereka akan kekal didalamnya”. Untuk apa bapak ibu shalat lima waktu, tiap tahun sudah puasa Ramadhan, bahkan sudah naik haji,  tapi masih berulang-ulang mengambil riba, tempatnya di neraka dan akan kekal didalamnya,” tegasnya

Menurutnya, cara  bertobat dari riba, ia mengutip ayat 279 ini syarat tobat sekaligus penutup ayat “Jika kamu ingin bertobat dari mengambil riba, maka bagimu adalah pokok hartamu” Ini sekaligus memberi makna yang disebut riba itu setiap tambahan dari pokok utang. Setiap tambahan dari pokok harta itu disebut riba. Maka kata Allah menurut firman Allah yang disebut bertobat itu, kembalikan utang-utangnya itu pokok utangnya saja. Kalau ada tambahan dari pokok hutang disebut riba. 

"Maka kalau kita ingin bertobat bersih dari riba, caranya tobat bagaimana kembalikan pokok utangnya. Kata Allah 'kamu tidak menzalimi dan dizalimi .' Semoga kita semua termasuk manusia yang benar-benar siap untuk hijrah,” pungkasnya. [] Aslan La Asamu
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar