Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

DNA Hanif dari Langit


Topswara.com -- Perlu ratusan tahun bagi manusia untuk mengetahui bagaimana karakter orang tua dapat diturunkan pada anak-anak mereka.

Sampai kemudian dua sains menemukan fakta bahwa sifat genetis orang tua dapat diturunkan kepada anak mereka melalui asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan singkatan DNA (deoxyribonucleic Acid).

Pada tahun 1868 ilmuwan Swiss Friederich Miescher di Tubingen, Jerman berhasil memurnikan DNA untuk pertama kalinya.

Namun, penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel. DNA dan protein dianggap 2 molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.

Selanjutnya, misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: "bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik". Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar-x pada DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin.

Singkat kisah, karena saya bukan seorang pakar biologi apalagi biogenetika, melalui kromosom yang tersimpan dalam nukleus manusia berbagai sifat genetik manusia dapat diturunkan.

Jadi, ketika seseorang dikatakan mirip ibunya, sesungguhnya dalam dirinya juga terdapat separuh kromosom sumbangan ayahnya. Karena memang jumlah kromosom pada manusia adalah 46 (diploid), yang berasal dari persatuan antara dua gamet yaitu ovum (sel telur = 23) dan spermatozoa = 23 (haploid).

Namun apakah kemudian materi genetik yang dibawa oleh DNA manusia otomatis mewariskan kualitas ketakwaan seseorang anak dari ayah ibunya? Bila ayahnya rajin shalat berjamaah maka anaknya juga akan begitu? Kalau ibunya adalah mubaligh top maka anak gadisnya juga akan menjadi da'iyah?

Tentu tidak semudah demikian. Meneruskan keshalihan pada anak-anak kita bukanlah seperti mewariskan warna kulit, bentuk dagu, jenis rambut, dan tinggi badan. Kualitas kepribadian seorang anak tidak sama dengan kedua orang tuanya.

Namun demikian, sesungguhnya manusia telah Allah ciptakan dalam sifat bawaan dasar yang hanif. Lurus. Inilah fitrah yang Allah ciptakan pada manusia titik dalam hadits qudsi Allah ta'ala berfirman,

"Sesungguhnya aku ciptakan hamba-hamba-Ku seluruh hanif (lurus)." (HR. Ibnu Hibban)

Demikian pula Rasulullah SAW bersabda,

"Tidaklah seorang anak dilahirkan kurang buka ke dunia ini kurang tutup melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanya lah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau pun Majusi sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka apakah kalian merasakan adanya cacat?" (HR. Muslim)

Bersambung...

Ditulis kembali oleh: Munamah.

Disadur dari buku: DNA Generasi Pejuang (bagian pengantar penulis), Bogor, Cetakan ke-1, Maret 2017.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar