Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sandiwara Gencatan Senjata


Topswara.com -- Lagi dan lagi, Israel melanggar perjanjian. Seperti sudah mengurat nadi, tindakan menyelisihi kesepakan atau pengkhianatan Israel tak dapat dibendung.

Inilah yang terjadi pada Rabu pekan lalu (4/2), ketika militer Israel kembali menggempur Jalur Gaza, Palestina meski telah melakukan kesepakatan gencatan senjata. Sebanyak 23 orang, termasuk anak-anak dilaporkan tewas imbas serangan tersebut. 

Israel tak hanya menyerang kamp pengungsi Qizan Abu Rashwan dan kamp tenda pesisir Al Mawasi, tetapi juga menyasar rumah-rumah warga. (cnnindonesia.com, 5-2-2026)

Serangan Israel di tengah upaya perdamaian yang dirajut dalam kerangka BoP menjadi sebuah fakta ironis. Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump justru memberi ruang bagi Israel untuk makin bertindak semaunya dan terbukti dengan pelanggaran gencatan senjata. 

Terlebih lagi BoP yang digadang-gadang untuk mewujudkan perdamaian Palestina justru tidak melibatkan negeri itu di dalamnya. Tidak ada peta jalan yang tegas untuk perdamaian Palestina, di mana seharusnya menempatkan Israel sebagai akar masalah yang harus dihilangkan. 

Tak berlebihan bila dikatakan bahwa BoP bukanlah untuk kepentingan Palestina, melainkan untuk menjaga eksistensi Israel dan kepentingan AS. 

Gencatan senjata kali ini pun sebagaimana yang sudah-sudah, menjadi ajang Israel menghabisi Palestina. Meskipun ada BoP, nyatanya Israel tidak berhenti mengusik Palestina. Gencatan senjata dan BoP ini merupakan upaya melanggengkan panjajahan Israel atas Palestina.

Mirisnya lagi, negeri-negeri muslim yang harusnya berdiri membela Palestina justru ikut arahan AS yang selama ini sebagai pelindung Israel. Begitu jelas kejahatan Israel dan AS atas Palestina, tetapi para pemimpin negeri muslim masih saja diam dan malah membebek pada sang penjahat. 

Sudah dikhianati berulang kali dalam kesepakatan gencatan senjata, tetapi mereka masih saja naif dan berharap Israel dan AS akan berubah. Sikap ini juga lantaran mereka takut kekuasaannya terancam bila menentang AS sehingga memilih tunduk saja. Ini merupakan pengkhianatan besar yang nyata kepada rakyat Palestina.

Kondisi ini jelas tidak boleh dibiarkan. Umat Islam dan para pemimpinnya harus bersikap tegas dan berani terhadap penjajah seperti Israel dan AS. Mereka adalah musuh yang nyata menzalimi umat Islam di Palestina. 

Untuk itu, penjajahan yang menimpa Palestina dan upaya untuk melanggengkannya harus dihentikan, bukan malah didukung dengan ikut dalam dewan perdamaian ala penjajah Israel dan AS. 

Setiap narasi yang dikeluarkan oleh penjajah sudah pasti untuk melanggengkan kepentingannya. Mana ada penjajah mau dengan sukarela melepaskan jajahannya tanpa ada maksud terselubung? 

Akar masalah penjajahan di Palestina adalah keberadaan Israel. Mengusir Israel dari Palestina hanya dapat dilakukan melalui kekuatan senjata dari negara. Hal itu dapat terwujud manakala umat Islam di seluruh dunia bersatu dalam satu institusi yang menegakkan aturan Islam. 

Kesatuan umat Islam di bawah naungan Khilafah inilah yang akan menghempaskan penjajahan dan kezaliman Israel yang dibekingi AS.

Karena itu, kesadaran akan pentingnya kesatuan umat Islam dalam politik dan kepemimpinan ini harus terus dibangkitkan. Umat harus sadar dan yakin bahwa jalan untuk menghentikan kezaliman yang menimpa Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya adalah dengan mengikuti ketetapan syariat, yakni jihad dan khilafah. 

Itulah solusi syar’i yang pasti mengantarkan kepada keberhasilan karena Allah sendiri yang telah menjaminnya sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Ahzab ayat 71: “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”

Jelaslah bahwa mengikuti langkah-langkah penjajah kafir merupakan sebuah pengkhianatan dan hanya akan mengantarkan pada penderitaan. 

Sudah saatnya umat Islam dan para pemimpinnya kembali kepada jalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Inilah jalan mulia yang akan mengantarkan umat dalam meraih kemenangan hakiki melawan setiap kezaliman kufur.

Wallahu a’lam bishshawwab.


Oleh: Nurcahyani 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar