Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan (Bagian 2) Berpulangnya Wanita Penghulu Surga

Topswara.com -- Tanggal 3 Ramadhan 11 H, bertepatan dengan 21 November 632 M adalah hari meninggalnya Fathimah Az-Zahra ra. Putri Rasulullah SAW, istri Ali bin Abu Thalib ra, ibunda dari dua cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husain ra. 

Ibnu Katsir berkata: “Setelah Rasulullah SAW wafat, berselang enam bulan menurut pendapat paling masyur putri beliau Fathimah ra meninggal dunia. 

Dia yang mendapat julukan Ummu Muhammad. Sebelumnya, Rasulullah SAW telah menjanjikan bahwa dialah anggota keluarga pertama yang menyusul beliau. Rasulullah SAW bersabda kepada Fathimah: “Tidakkah kamu ridha bila kamu menjadi penghulu kaum perempuan penghuni surga?” 

Fathimah adalah putri terkecil Rasulullah SAW. Dialah yang menanggung duka atas wafatnya Rasulullah SAW. Semasa hidup, Nabi sangat mencintai, memuliakan, dan menyenangkan hatinya. Fathimah seorang perempuan penyabar, taat beragama, berbudi, menjaga diri, ahli ibadah dan pandai mensyukuri nikmat Allah. 

Az-Zubair bin Bakkar berkata: “Diriwayatkan bahwa pada malam pengantin Ali dan Fathimah, Rasulullah SAW berwudhu dan menuangkan air ke Ali dan Fathimah, seraya mendoakan keberkahan bagi anak keturunan keduanya.”

Ali bin Abu Thalib ra menikahinya setelah hijrah. Tepatnya 4,5 bulan setelah pertempuran Badar. Ali memberi mahar berupa baju besinya yang telah retak, seharga 400 dirham. Ketika itu ia berumur 15 tahun lebih 5 bulan. Ia melahirkan Hasan, Husain, Muhsin dan Ummu Kultsum.

Ketika Rasulullah SAW wafat, Fathimah merasa tidak enak kepada Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra, terkait harta warisannya. Ibnu Katsir mengisahkan, “Ketika Fathimah jatuh sakit, Abu Bakar Ash-Shiddiq datang dan masuk menemuinya untuk meminta ridhanya. Abu Bakar berkata: 'Demi Allah, aku tidak meninggalkan rumah, harta, keluarga dan kaum kerabat kecuali karena mengharap ridha Allah dan ridha Rasul-Nya, juga ridha kalian, ahli bait.' Akhirnya Fathimah menjadi ridha. (HR Baihaqi).

Ada yang mengatakan, Fathimah tidak pernah tertawa semasa hidupnya setelah meninggalnya Baginda Rasul. Ia terpuruk karena sedih atas kepergian Rasulullah SAW dan rasa rindu kepada beliau. Fathimahlah yang mengatakan kepada Anas kata-kata masyur: “Wahai Anas, tega sekali kalian mengebumikan Rasulullah SAW.” (HR Al-Bukhari: 4202 dan Ad-Darimi: 92).

Menjelang kematiannya, Fathimah berwasiat kepada Asma binti Umais, istri Abu Bakar Ash-Shiddiq ra, agar dia yang memandikan dirinya bersama Ali bin Abu Thalib dan Salma Ummu Rafi'. Ada yang mengatakan: Juga Al-Abbas bin Abdul Muthalib ra. Adapun yang mensalatinya adalah suaminya, Ali, ada yang bilang Al-Abbas dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Wallahu'alam. 

Fathimahlah orang pertama yang keranda jenazahnya ditutup dengan kain setelah jenazahnya diangkat. Fathimah dimakamkan di kuburan Baqi' pada malam hari, malam Selasa tanggal 3 Ramadan tahun 11 H. 

Ada perbedaan pendapat tentang usia Fathimah ketika meninggal. Ada yang berpendapat 27 tahun dan 28 tahun, ada juga yang mengatakan 29 tahun. Sungguh usia sangat muda. Saat repot-repotnya sebagai seorang ibu. Puncak-puncaknya produktivitas seorang Muslimah. Namun Allah lebih menyayanginya. 

Menjadi renungan bagi kita, betapa usia cepat sekali berkurang. Sudah seharusnya mengisi waktu dengan amal saleh agar siap sewaktu-waktu Allah memanggil kehadapan-Nya. Semoga kita diberi kemuliaan laksana Fathimah. Berjumpa di surga bersama sang penghulunya. Aamiin.


Di sadur dari buku Berjudul Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadan karya DR Abdurrahman Al-Baghdady.


Kholda Najiyah 
Founder Salehah Institute 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar