Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Yahudi Makin Brutal, Mengapa Dunia Tidak Bergerak?


Topswara.com -- Penjajahan Palestina yang dilakukan oleh zionis semakin memanas dan tak kunjung usai. Sejak 7 Oktober, Palestina membara, banyak korban yang berjatuhan. Bantuan kemanusiaan dikerahkan hingga miliaran rupiah. 

Seluruh dunia pun bergerak mulai dari aksi damai hingga ribuan bahkan jutaan manusia turun hingga aksi boikot produk hasil atau pendukung kekejaman Zionis. 

Boikot pun ini didukung oleh para ulama. MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah mengeluarkan fatwa No. 83 Tahun 2023, berisi tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina. Fatwa ini berisi tentang kewajiban mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan mengharamkan mendukung Israel serta produk-produk yang mendukungnya. (1)

Namun itu semua tidak menghentikan kekejaman Israel di Palestina. Suara dan dana nyatanya tidak membantu. 
Padahal Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) telah mengeluarkan seruan dan desakan untuk membantu perlawanan Palestina menghadapi serangan Israel pada 31 Oktober 2023 di Qatar, markas pusat IUMS. Seruan tersebut ditujukan bagi negara-negara Arab maupun negara muslim. (2)

Mengapa dunia tidak bergerak? Kemanakah pasukan Negara Muslim yang lain? Semua itu karena batas nasianolisme. Inilah ide kufur yang harusnya diboikot! Ketakutan melanda negara-negara muslim untuk campur tangan dan membantu Palestina. 

Terbukti ketika PM Israel memerintah pemimpin Arab untuk diam (3), maka mereka pun diam. Hal ini tentu saja dikarenakan adanya ancaman kepentingan politik kekuasaan. Diketahui banyak negara Islam yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Sayangnya banyaknya jumlah kaum muslim hari ini terasa seperti buih di lautan, yang tidak memiliki kekuatan. Semua ini bisa terjadi karena kaum Muslim telah teracuni dengan ide-ide kufur. Sekat-sekat negara dan kepentingan kapitalisme telah melenyapkan rasa persatuan kaum muslimin. 

Rasulullah SAW. pernah bersabda 
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika ada saudara Muslim yang tersakiti, maka yang lain juga tersakiti. Ketika saudara muslim Palestina teraniaya, maka kaum muslimin di seluruh dunia juga wajib membantunya. 

Tidak hanya membantu mengobati tetapi juga menuntaskan persoalan penjajahan yang ada disana. Hal tersebut akan sulit terwujud bila menggunakan sistem sekuler seperti sekarang. Dibutuhkan kesatuan kaum muslim yang hakiki dalam sebuah institusi yakni Daulah Islamiah. 


Amelia Farida, S.P.
Aktivis Muslimah

1. https://www.cnbcindonesia.com/news/20231111071847-4-488210/isi-lengkap-fatwa-mui-soal-haram-beli-produk-israel
2. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7015586/ulama-dunia-desak-negara-arab-islam-jihad-bantu-palestina/amp
3. https://internasional.republika.co.id/berita/s41oz4335/netanyahu-perintahkan-pemimpin-arab-untuk-diam
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar