Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mental Illnes di Sistem yang Bikin Ngenes


Topswara.com -- Generasi muda adalah generasi penerus peradapan Islam, maju dan tegaknya negara berada ditangan generasi muda. Namun kondisi saat ini, menuai keprihatinan banyak pihak, disebabkan kerusakan yang mendera generasi muslim. Generasi muda sebagai harapan negara malah terkontaminasi virus mental illness, disaat mereka baru memasuki bangku kuliah.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Prof Dr Semiarto Aji Purwanto mengungkapkan hasil data screening kesehatan mental mahasiswa baru UI yang mengalami gangguan kesehatan mental tercatat 60 persen, dikutip Detikcom, Sabtu (11/11/2023).

Banyak faktor penyebab menjamurnya mental illness pada remaja, salah satunya dari keluarga. Tuntutan ekonomi yang semakin pelik, gaya hidup dan masifnya feminisme, dimana derajat kemulian wanita lebih tinggi saat bekerja diluar rumah menyebabkan para ibu memilih sebagai wanita karir dibandingkan ummu warabatulbait (ibu pengurus rumah tangga). 

Sehingga pendidikan generasi penerus hanya diserahkan kepada pendidik, tidak ada kedekatan orang tua dengan anak.

Ketika anak ada masalah, kebingungan dalam mencari solusinya, ditambah dengan mental yang rapuh, semakin ngeness perasaan mereka. Solusi yang tidak solutif, teman yang beraura negatif, melupakan masalah dengan konsumsi narkoba, miras, seks bebas bahkan bunuh diri. 

Apalagi orang tua tak pernah mengajarkan anak baligh harus memikul taklif hukum syar'i (beban untuk menanggung kewajiban syari'at). Sehingga solusi dari semua masalah jauh dari Islam. 

Kurikulum pendidikan makin memasifkan mental illness di kalangan remaja, seringkali kurikulum berganti, semakin banyak tugas, tingginya tingkat kesulitan dan matapelajaran yang diajarkan jauh dari pemikiran, perasaan, aturan, akidah dan akhlak Islami sehingga terbentuklah generasi mental illness, yang imannya lemah, moralnya bejat, perilakunya menyimpang, malas ibadah, jauh dari syari'at.

Berkembangnya ilmu, teknologi dan lingkungan pergaulan saat ini mudah menjerumuskan generasi ke dalam jurang kemaksiatan. Mudahnya mengakses berbagai situs tidak layak tayang, pornoaksi dan pornografi. Didukung lingkungan pergaulan bebas, cenderung mengikuti trend dan gaya hidup hedonis. Jika semua itu tak tidak diimbangi dengan pondasi keimanan yang kuat akan menjerumuskan mental illness pada generasi muda.

Mental illness ini bukanlah hal alami, melainkan agenda barat yang tersistematis untuk merusak generasi muda, agar pemuda Islam jauh dari agamanya, bahkan phobia terhadap Islam. 

Sehingga pemuda berada dalam genggaman barat, dijadikan mitra bahkan pendukung kepentingan kaum kapitalis sekuleris. Akibatnya menjamurlah mental illness di sistem yang bikin ngenes dikalangan generasi muda.

Sistem kapitalisme ini hanya menjadikan pemuda yang individualis, memburu kesenangan, tak punya tanggung jawab, gaya hidup yang konsumtif, nonggkrong di cafe jadi trendy, trend fashion berkiblat ala Barat, gadget selalu update, wajah mulus ala artis korea. 

Saat pemuda tidak mampu mengikuti trend mereka mengalami depresi, insecure, bahkan bunuh diri. Begitulah saat negara menganut sistem buatan manusia, menyebabkan mental illness di sistem yang bikin ngenes dikalangan generasi muda. 

Generasi muda adalah tumpuan negara, selayaknya mereka dibimbing sesuai panduan syariat. Pemuda yang bersyaksiyah Islam, memiliki pola pikir, pola sikap, perasaan dan berakidah Islam, sebagaimana para pemuda pada masa Rasulullah, menjadi generasi berkualitas, menjadi pembela dan pemimpin peradaban Islam.

Negara harus menerapkan sistem pemerintahan, pendidikan, ekonomi, politik dan hukum sesuai syariat Islam sehingga terwujud lingkungan dan masyarakat Islami. Ada filter tayangan televisi maupun media sosial yang tidak layak dan unfaedah. Orang tua dikembalikan fungsinya sebagai pendidik pertama dan utama bagi akidah generasi penerusnya. 

Semua dapat terwujud dengan terus memasifkan dakwah Islam bersama kelompok dakwah Islam ideologis, yang terus berdakwah untuk tegaknya syariat Islam kaffah.


Oleh: Yesi Wahyu I
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar