Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ilan Pape: Saya Berada Dipihak yang Menyalahkan Israel


Topswara.com -- Sejarawan senior Israel, Ilan Pape menyatakan jika dirinya berada diposisi yang menyalahkan pihak Israel dalam perang yang telah terjadi di Palestina hingga kini. 

“Saya berada dipihak yang menyalahkan Israel dalam perang yang terjadi baru-baru ini. Karena kita tentu tidak pernah melupakan konteks alasan serangan Hamas. Sebab itu adalah peristiwa yang dimulai pada tahun 2006 di Gaza. Jadi dalam konteks ini, penyebab terjadinya beberapa serangan harus dikembalikan pada sumber utama alasan dari serangan,” ujarnya dalam sebuah video singkat yang dirilis oleh TRT World (21/10/2023).

Menurut Pape, sumber utama dari penyerangan yang dilakukan warga Palestina terlebih Hamas adalah disebabkan pendudukan dan kolonilialisme. Dan dampaknya terlihat sangat tragis hari ini. Hampir sama kata Pape dengan peristiwa Nakhba, atau dalam Bahasa Arab disebut dengan al nakhba al mustammira. 

“Namanya tragedi Nakhba itu, sesungguhnya tidaklah berakhir di tahun 1948. Melainkan masih berlanjut terus hingga sekarang,” ungkapnya.

Pape mengungkapkan, tidak hanya satu cara yang dilakukan oleh penjajah Yahudi Israel untuk melakukan aksi genosida. Salah satu bentuknya seperti al-Nakhba sebelumnya. 

Jumlah pengungsi yang masih selamat dalam peristiwa genosida hari ini di Gaza, menurut keterangan Pape, menyerupai jumlah pengungsi di tahun 1948 ketika terjadi pembersihan etnis ataupun pembunuhan massal tersebut (genosida). 

“Saya setuju, jika jumlah pengungsi saat ini di Gaza sungguh menyerupai jumlahnya selama tahun 1948. Dan maksud pembunuhan massal adalah situasi yang lebih buruk dari salah satu yang dilakukan Israel di tahun 1948,” terangnya lagi. 

Namun ironis, peristiwa pembantaian, dan pelecehan yang dilakukan oleh Israel sejak tahun 1948 telah dimanipulasi untuk membenarkan kebijakan yang tidak manusiawi menimpa warga Palestina.

Cara melakukan genosida terhadap warga Palestina oleh Israel lanjut Pape, sangatlah mudah, yaitu sama persis seperti peristiwa holocaust yang dilatarbelakangi oleh ideologi Nazi.
 
“Saya sedang bicara sebagai seseorang yang kehilangan banyak keluarga dalam peristiwa holocaust ini. Memori pembantaian dan penyiksaan selalu ada dalam pikiran saya. Dan tidak ada satupun yang peduli tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa holocaust. Atau tanpa ada sedikitpun pemahaman atau pelajaran universal yang diambil,” pungkasnya.  

Padahal, ada satu pelajaran yang harus dipahami dari peristiwa holocaust kata Pape, yaitu bahwa semua pembantaian, pembunuhan, dan penjajahan dilakukan agar mengebalkan Israel dari kebijakan tidak manusiawi. [] M. Siregar
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar