Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tanda Kiamat, Munculnya Para Pendusta yang Mengaku Nabi


Topswara.com -- Pendiri Yayasan Fath Qur'ani Center, Ustaz Amir As Soronji, Lc., M.Pd.I. menuturkan, di antara tanda kiamat adalah munculnya para pendusta yang mengaku sebagai Nabi. 

"Di antara tanda hari kiamat adalah munculnya para pendusta yang mengaku sebagai Nabi dan tanda ini sudah ada di zaman Nabi SAW dan terus akan tetap ada," tuturnya dalam Kajian Kitab Al Qiyamatul Kubro karya Syaikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar di Live Streaming  Real Masjid 2.0, Selasa (20/12/2022). 

Ia menjelaskan, tentang kemunculan para pendusta yang mengaku sebagai Nabi telah disampaikan oleh Rasulullah SAW jumlah mereka mendekati tiga puluh orang.

"Beliau SAW bersabda:

لا تَÙ‚ُومُ السَّاعَØ©ُ Ø­َتَّÙ‰ ÙŠُبْعَØ«َ دَجَّالُونَ ÙƒَØ°َّابُونَ Ù‚َرِيبًا Ù…ِÙ†ْ Ø«َÙ„َاثِينَ ÙƒُÙ„ُّÙ‡ُÙ…ْ ÙŠَزْعُÙ…ُ Ø£َÙ†َّÙ‡ُ رَسُولُ اللَّÙ‡ِ

Tidak akan datang hari kiamat sehingga dibangkitkan pembohong-pembohong besar yang jumlahnya mendekati tiga puluh orang, masing-masing mengaku sebagai utusan Allah, kutipnya.

Ia menambahkan, prediksi munculnya orang-orang yang mengaku sebagai Nabi diungkapkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwatkan Abu Dawud, yang artinya: Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka semua mengaku Nabi. Padahal, aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi sesudahku.

"Yang dimaksud orang-orang yang mengaku Nabi tersebut adalah orang-orang yang menimbulkan fitnah dan diikuti oleh banyak manusia dan mereka tertipu oleh kebatilan. Mereka menimbulkan fitnah yang sangat besar di tengah-tengah manusia, mereka juga banyak pengikut, dan banyak orang yang tertipu dengan kebatilan mereka," ujarnya. 

Ia melanjutkan, orang-orang yang mengaku Nabi, ada pengikutnya. Sudah sunatullah yang namanya penyimpangan kesesatan ada pengikutnya. Saking banyaknya orang-orang bodoh, orang-orang awam yang tidak tahu agama jadi pengikutnya Nabi palsu, walaupun mereka mempunyai gelar dunia, mereka tidak paham agama maka akan tertipu. Orang Islam tidak tahu Nabi terakhir, itu kebodohannya sangat parah. Sesesat apa pun kelompok itu ada pengikutnya, saking banyaknya orang-orang yang jahil yang bodoh.

"Nabi palsu ada sebelum zaman Islam, jauh sebelum diutusnya Nabi. Di zaman Nabi sudah ada yang mengaku Nabi, apalagi di zaman kita sekarang. Nabi palsu di zaman Nabi contohnya Al-Aswad Annasi, setelah masa Nabi misalnya Sajah binti Al-Harits bin Suwaid, Mirza Gulam Ahmad, dan lain sebagai nya," terangnya. 

Ia mencontohkan, di Indonesia orang-orang yang mengaku Nabi, misalnya dulu pernah kita dikagetkan ada seorang perempuan Lia Aminudin (Lia Eden), mengaku pernah dapat wahyu dari Malaikat Jibril, mengaku sebagai Nabi dan Imam Mahdi. Ada juga Ahmad Musadeq, mengaku sebagai Nabi dengan nama aliran Al-qiyadah Al-Islamiyah dan lain sebagainya. 

"Orang-orang yang mengaku para Nabi di gelari dajjal dan para pendusta. Mereka disebut dajjal kecil, dalam Islam orang yang mengaku sebagai Nabi palsu maka hukumannya adalah dibunuh. Sementara dajjal yang besar, yang muncul di akhir zaman adalah dajjal Al-Kabir. Allah SWT akan menurunkan Nabi Isa a.s. untuk mengatasi fitnahnya," terangnya.

"Di akhir zaman Nabi Isa a.s.akan turun dan akan membunuh dajjal yang besar. Tidak ada yang bisa membunuhnya kecuali Nabi Isa a.s. ini sudah ketentuan Allah SWT. Dajjal besar fitnahnya luar biasa, punya kesaktian hebat, dan banyak pengikutnya. Maka kita selalu berlindung kepada Allah SWT dari fitnah dajjal," pungkasnya. [] Rina
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar