Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hijrah Bareng-Bareng, UIY Beberkan Tiga Tantangannya


Topswara.com-- Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) membeberkan tiga tantangan dari penentangnya atau hambatan ketika berhijrah.

“Kalau kita mengklasifikasi hambatan atau penentangan hijrah, ada tiga klaster," tuturnya  dalam acara yang diselenggarakan Komunitas Pecinta Hijrah Bareng-Bareng, Rabu (11/8/2021) via daring.

"Yang pertama, datang dari diri kita, kedua dari luar diri kita dan yang ketiga, hambatan dari sistem,” imbuhnya.

Menurut UIY, tantangan pertama datang dari dalam diri seseorang. "Ketika ia hijrah ada rasa takut bila mana masa depannya tidak pasti, ke mana setelah hijrah? Hidup dengan siapa? Rezekinya seperti apa? Maka, penting bagi dia untuk mendapatkan pemahaman-pemahaman dasar akidah atau tauhid yang kokoh, karena itu pangkalnya," bebernya.

Menurutnya, kalau seandainya dengan hijrah membuat mati, maka itu mati yang akan memberikan pahala, matinya sebagai seorang syuhada, kemudian UIY mengutip Surah An-Nisa ayat 100: “Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Mahapengampun lagi Maha penyayang,”.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kita menuju kepada Allah dan Allah kasih rezeki, artinya kita datang ke sumber rezeki yang memberikan rezeki, dimana kekhawatirannya?” tanyanya.

Kedua, bersumber dari luar diri seseorang, baik itu datang dari keluarga, atau tempat lingkungan ia bergaul. Menurutnya, memang benar seseorang meninggalkan teman lamanya, pergaulan lama ditinggalkan, tetapi yakinlah ia akan menemui tempat pergaulan yang baru, yang jauh lebih baik, yang akan memberikan suasana yang kondusif bagi dia untuk taat kepada Allah SWT.

“Jadi tidak perlu ada kekhawatiran termasuk juga jikalau keluarga kita itu mengusir kita segala macam, yakinlah kita akan menjumpai keluarga baru, yang mungkin secara biologis mungkin tidak ada hubungannya, tetapi secara ideologis mereka melindungi kita dan memberikan tempat aman kepada kita,” ungkapnya.

Ketiga, menurut UIY, yaitu dari sistem atau penguasa. Menurutnya, ini tantangan yang paling berat, karena mereka mempunyai seluruh kekuasaan dan kewenangan untuk memperlakukan aktivis dakwah sebagaimana yang sekarang terjadi.
 
Ia menilai, mereka-mereka yang memperjuangkan tegaknya Islam mengajak atau mengubah negeri ini, menjadi sesuatu yang di ridhai oleh Allah SWT diberlakukan begitu rupa. 

Menurutnya, kalau itu yang dialami, maka ingatlah apa yang dikatakan oleh baginda Rasulullah SAW dalam hadis dikatakan begini:

"Sesungguhnya roda pengilingan Islam terus berputar, maka hendaklah kalian berputar bersama kitab Allah kemanapun ia berputar. Ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’an akan berpisah dengan kekuasaan, maka janganlah kalian memisahkan diri dari Al-Qur’an. Ketahuilah, sesungguhnya akan datang kepada kalian para penguasa yang memutuskan perkara untuk kepentingan diri mereka sendiri dan tidak memutuskannya untuk kepentingan kalian. Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian. Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”

Ustaz Ismail melanjutkan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: 

“Wahai Rasulullah, apakah yang harus kami lakukan?”

Beliau SAW menjawab: “Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besir dan disalib di atas sebatang kayu. Mati di atas ketaatan kepada Allah lebih baik daripada hidup dalam kemaksiatan kepada Allah.”

Oleh karena itu, tiga tantangan yang dihadapi, menurut UIY dikembalikan lagi kepada pikiran dasar tadi. "Seberapa penting kita ini memahami apa yang harus dilakukan ketika Hijrah itu, semakin kita memahami itu maka semakin kita memiliki kekuatan luar biasa untuk menuju kesana, apapun resikonya baik itu menyangkut diri, keluarga dan lingkungan,” pungkasnya.[] Aslan La Asamu
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar