Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kecaman atas Islamofobia, Sekedar Basa Basi


Topswara.com -- Kembali berulang dan terus terjadi, pembunuhan terhadap keluarga atau  individu-individu Muslim karena islamofobia atau kebencian terhadap Islam yang dimiliki oleh masyarakat di negara-negara Barat.  

Kali ini peristiwa yang terjadi pada satu keluarga yang terpilih dari empat orang, meninggal dunia setelah ditabrak oleh seorang pria berusia 20 tahun dan polisi menyatakan motif pelaku menabrak dengan kendaraan pickupnya adalah karena kebencian terhadap Islam.  (detik.com, 8/7/2021)

Jadi, sang pelaku ini memang mempersiapkan dirinya, dia memakai baju anti peluru, kemudian membawa kendaraan berupa pickup, sejenis mobil truk kecil yang berjalan di jalan raya tepatnya di Ontario Kanada. Kemudian ketika melihat di trotoar ada Muslim yang sedang berjalan maka dia membelokkan truknya menuju ke trotoar.

Ini adalah sebuah peristiwa yang menampakkan pada individu bahwa mereka memiliki kebencian yang luar biasa kepada Muslim. Kebenciannya itu jelas ditujukan kepada mereka yang beragama Islam. 

Dari kasus ini, sang pelaku kemudian ditangkap dan mendapat dakwaan sampai pada hukuman yang serius. Kita juga menyaksikan bahwa pejabat-pejabat di Kanada menyatakan kecamannya. Justin Trudo, perdana menteri Kanada mengatakan tidak ada tempat sama sekali bagi Islamofobia di Kanada.  

Demikian juga ada tweet yang disampaikan oleh para pejabat-pejabat Kanada maupun oleh masyarakat Internasional dari Inggris dan Kanada yang menyatakan ini adalah tindakan terkutuk, tercela, dan tidak dapat diterima oleh masyarakat di dunia Barat. 

Nah, hal ini sesungguhnya adalah pernyataan yang tidak sejalan dengan realita sesungguhnya di lapangan. Jika memang masyarakat Barat anti terhadap islamofobia,  masyarakat Barat atau pemimpin di negara-negara Barat juga menyatakan perang terhadap kebencian atas nama agama, lalu kenapa kejadian yang sejenis ini terus berulang? 

Jadi perlu kita sadari, bahwa kejadian seperti ini menunjukkan lemahnya atau gagalnya pemerintah di negara-negara Barat yang menggunakan demokrasi dan sekularisme untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang terintegrasi. Yaitu sebuah masyarakat  dimana penduduknya beragama berbeda-beda tetapi mereka bisa disatukan karena aturan yang sama. 

Tetapi yang kita lihat, sistem demokrasi yang dipraktekkan di negara-negara Barat, bahkan di negeri-negeri Muslim menghasilkan sebuah masyarakat yang saling memusuhi satu sama lain. Sebagian menganggap ada  perlakuan tidak adil dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Sebagian yang lain merasa bahwa hak-haknya tidak bisa terpenuhi dengan melimpahkan sumber permasalahannya kepada warga lain,  seperti yang terjadi di negeri-negeri Barat. 
Mengapa mereka memiliki kebencian kepada warga muslim,  padahal mereka sama-sama warga negara? Kita bisa saksikan yang terjadi di Austria, Newzeland beberapa waktu yang lalu, dan apa yang terjadi di Kanada saat ini seolah-olah ada kebencian dari warga lokal terhadap warga pendatang yang notabene mereka beragama Islam. 

Kejadian-kejadian Ini jelas tidak disebabkan oleh warga yang beragama Islam yang mengambil kemaslahatan untuk mereka,  tetapi justru memang pemerintah di negeri-negeri mereka tidak mampu memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi semua warganya.  

Apakah jika ada warga yang hidup sengsara karena kondisi ekonomi  di negeri tersebut buruk,  maka mereka tidak bisa mendapatkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya karena warga Muslim? Jelas tidak!  

Demikian juga kesulitan serta rasa ketidakadilan yang mereka alami, karena ekonomi tidak bisa terbagi rata. Kebijakan-kebijakan politik tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua warga negara,  apakah itu faktor karena adanya pemukim dan pendatang Muslim di negara mereka? Jelas tidak!  

Tetapi, semua itu terjadi karena kombinasi kegagalan antara negara-negara Barat demokrasi dalam memberikan kesejahteraan dan keadilan untuk rakyatnya. Ditambah opini-opini nasional maupun kampanye-kampanye yang dibuat oleh para politisi untuk menggaet suara dari kelompok kanan membuat banyak sekali pandangan negatif terhadap pendatang Muslim. Bahkan muncul kebencian terhadap warga Muslim yang tinggal di negara-negara Barat.  

Jadi jelas hanya keburukan yang didapat dari sistem kapitalisme. Maka dari ini, kaum Muslim membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar berkhidmat melayani kepentingan Islam. Hal tersebut dilakukan dengan menerapkan syariat Islam dalam bidang ekonomi, politik, keamanan dan seterusnya. Demikian juga pemimpin kaum Muslim ini akan menggabungkan potensi oleh negeri-negeri Islam yang kaya akan sumber daya alam dan kaya sumber daya manusia dalam satu kesatuan wilayah yaitu daulah khilafah. 

Karena itu menghentikan penyakit islamofobia yang merebak di seluruh penjuru negeri, dan dunia tidak cukup dengan mengecam, atau mengatakan bahwa itu tindakan terkutuk dan dengan menghukum pelaku-pelakunya. Tetapi harus dilakukan dengan mengembalikan kepemimpinan Islam yang akan mewujudkan sebuah negara yang berkedaulatan dan perlindungan bagi seluruh kaum Muslim.

Memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan umat baik secara ekonomi, politik, bahkan keamanan terbaik bagi kaum Muslim.  
Wallahu a'lam bishshawab.

Oleh: Widhy Lutfiah Marha 
(Pendidik Generasi)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar