Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Derita Gaza, Derita Umat Islam Sedunia


Topswara.com -- Untuk kesekian kalinya umat Islam di Gaza, Palestina kembali berduka. Di tengah nikmatnya menjalankan ibadah dibulan suci Ramadhan mereka kembali mendapatkan serangan brutal dari tentara Israel. Tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, ternyata aksi kekejaman tentara Israel juga terus dihadapi oleh kaum muslimin di Palestina hingga hari raya idul fitri. Hujan rudal mereka rasakan ditengah ibadah mereka di Masjid Al Aqsa.

Saat umat Islam sedunia seharusnya bergembira merayakan hari kemenangan idulfitri setelah sebulan berpuasa, namun tidak dengan kaum muslim disana. Begitu juga dengan umat Islam di negara lain dibelahan dunia yang turut merasakan duka ini.

Aksi kejam tentara Israel kepada kaum muslim di Gaza bukan saat ini saja tetapi sudah berulang kali. Konflik ini pun kian memanas. Israel terus membombardir Jalur Gaza dengan serangan udara dan peluru –peluru. Korban pun semakin banyak, hingga Sabtu (15/5/2021) pagi setidaknya 137 warga Palestina, termasuk 36 anak-anak, telah tewas. Sementara itu sebanyak 920 orang cedera, (kompas.com, 15 Mei 2021).  

Aksi kejahatan yang dilakukan tentara Israel kepada kaum muslim di Gaza ini pun mendapat kecaman dari belahan dunia. Gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran digelar di berbagai belahaan dunia sebagai bentuk solidaritas untuk warga Palestina. Aksi solidaritas tersebut digelar di London, Yordania, Kuwait, Oman, Pakistan, Tunisia dan Turki. Selain mengecam Israel, berbagai pengamatan pun dilakukan. 

Pengamat Politik Internasional, Farid Wadjdi mengungkap masalah mendasar yang terkait krisis Palestina adalah penjajahan Yahudi di bumi Palestina. “Kalau kita telaah secara mendalam krisis mendasar terkait Palestina ini adalah penjajahan Yahudi itu sendiri. Ini yang menjadi penyebab paling pokok dari masalah Palestina,” tuturnya dalam acara Live Insight #24 PKAD: Arogansi Israel di Masjidilaqsa Simbol Hegemoni Dunia, Jumat (14/5/2021) di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data. Oleh sebab itu, menurut Farid, berbagai solusi apa pun kalau tidak berujung pada pengusiran penjajah Yahudi di tanah Palestina itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Berbagai solusi sudah ditempuh namun belum juga mengakhiri derita rakyat Palestina. Mulai dari solusi two state solution atau solusi dua negara, Ini tidak akan menyelesaikan masalah karena solusi dua negara itu artinya pengakuan terhadap penjajah Yahudi. Ketika disebutkan adanya dua negara, meskipun dengan bahasa yang kelihatan indah seperti hidup berdampingan secara damai tapi kenyataannya solusi dua negara itu melegalkan penjajahan Yahudi ini. 

Selain itu, solusi diplomasi atau perdamaian juga tidak menyelesaikan masalah. Mengapa? Karena syarat perdamaian yang digagas oleh negara-negara Barat itu mensyaratkan pengakuan terhadap negara Yahudi. Ini juga tidak akan menyelesaikan masalah. Karena dengan pengakuan negara Yahudi, berarti eksistensi negara Yahudi ini menjadi legal.

Kemudian sekadar kutukan yang sekarang dilakukan oleh penguasa-penguasa negeri Islam itu sama sekali tidak akan membawa dampak baik bagi rakyat palestina. Lantas, solusi apa yang layak untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Palestina ini?

Jika kita telaah sejarah tanah Palestina maka kita akan dapati bahwa tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin. Palestina dikuasai oleh umat Islam pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibnu Al-khaththab pada tahun 637 M. Dengan kekuatan Iman, militer dan strategi perang yang luar biasa akhirnya menghantarkan kemenangan kaum muslimin di perang Yarmuk melawan ratusan ribu kaum romawi. Inilah awal kemenangan Al-Quds, setelah dikepung selama enam bulan oleh Abu Ubaidah, akhirnya kunci kota Al Quds diserahkan kepada Khalifah Umar oleh pemimpin gereja kristen Patriach Sophoronius dengan jaminan perlindungan.

Palestina sempat dirampas oleh pasukan salib pada tahun 1099 Masehi dengan pembantaian, dan dikuasai selama 88 tahun. Tetapi  akhirnya tanah Palestina kembali di bebaskan oleh Salahuddin Al Ayyubi pada tahun 1187 Masehi. Beliau kembali memuliakan Al Quds dan mengembalikan masjid Al Aqsa kepada kaum muslimin. Namun saat ini umat Islam kehilangan institusi politiknya karena kaum barat yang sangat membenci Islam, maka Palestina tidak lagi mempunyai pemimpin yang melindungi tanah kaum muslimin.

Maka lewat deklarasi Balfour orang-orang Yahudi Israel bermigrasi ke tanah Palestina yang sudah mendapatkan restu dari Inggris, kemudian PBB mengumumkan pendirian negara Israel di tanah Palestina. Hingga akhirnya mereka terus mengokohkan keberadaannya. Padahal sebenarnya mereka adalah perampok yang merampok wilayah-wilayah di Palestina untuk menjadi tempat tinggal mereka.

Disisi lain sebagai bukti atas status tanah Palestina adalah masa kekhilafahan Sultan Abdul Hamid II yang sangat menjaga tanah Palestina : “Tanah itu bukan milikku, tetapi milik umatku. Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Karena itu, silakan Yahudi menyimpan saja harta mereka. Jika Daulah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Namun, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah.”(Khalifah Abdul Hamid II, 1902).

Inilah yang dilakukan oleh khalifah Abdul Hamid II untuk mempertahankan tanah Palestina saat daulah khilafah Islam masih tegak berdiri. Maka sudah saatnya umat muslim dunia bersatu untuk membebaskan Al Quds dari cengkraman zionis Israel dengan mengambil Islam sebagai solusi yang akan menolong seluruh muslim Palestina. 

Satu-satunya solusi tuntas bagi Konflik Israel-Palestina dan seluruh muslim dunia ialah dengan menegakkan kembali sistem khilafah. Sebagaimana khilafah telah terbukti berhasil melumpuhkan rencana kafir untuk menduduki Palestina. Dengan adanya khilafah maka umat islam memiliki kewibawaan dihadapan orang-orang kafir. Dengan komando kholifah pula seluruh tentara kaum muslimin akan bersatu berjihad untuk mengambil kembali tanah palestina ini kepangkuan umat Islam. Wallahu a’lam bishawab.


Oleh: Pipit Ayu
(Ibu Rumah Tangga)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar