Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Refleksi Peringatan Nakba: Palestina Masih Terjajah


Topswara.com -- Dilansir antaranews.com (15/5/2026) Liga Arab mendesak perlindungan internasional bagi rakyat Palestina dan meminta komunitas global untuk memaksa Israel agar menghentikan pendudukan ilegal mereka atas tanah Palestina, termasuk Yerusalem Timur. 

Pada peringatan 78 tahun Nakba Palestina, Sektor Liga Arab untuk Palestina dan Wilayah Arab dalam pernyataan tersebut menekankan perlunya mengakhiri ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina dan melanjutkan upaya internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah yang diduduki sejak 1967.

Palestina sudah terjajah selama 78 tahun sejak 15 Mei entitas Yahudi merebut paksa dengan dukungan Inggris. Saat ini umat muslim di sana masih terus berjuang mengusir penjajahan di tengah diamnya para pemimpin muslim dunia.

Tragedi Nakba adalah potret asal mula kekerasan bengis dan perampasan hak yang masih terus membayangi Palestina hingga hari ini. Tragedi Nakba bukan hanya sekadar sejarah masa lampu melainkan keberlanjut penjajahan terhadap Palestina. 

Kekejaman yang terus membayangi kaum muslim Palestina merupakan bukti kegagalan sistem yang sedang tegak dalam menciptakan kerahmatan di dunia, sekaligus menunjukkan kebusukan konsep negara bangsa yang membuat umat Islam kehilangan powernya.

Pembersihan kaum muslimin Palestina pada Tahun 1948 melalui tragedi Nakba penjajahan yang dilakukan oleh Zionis laknatullah. Kala itu, kelompok bersenjata Zionis yang dilatih oleh Inggris, secara paksa mengusir lebih dari 750.000 warga Palestina dari tanah air mereka. 

Tentu dari mereka adalah kaum muslim yang menjadi korban, bahkan hingga saat ini entitas Zionis dipelihara sebagai golden boy untuk Amerika, negara pemegang ideologi Kapitalisme saat ini.

Berbagai negara menyerukan penghentian genosida di Palestina, nyatanya PBB hanya mengeluarkan resolusi dan rasa empati omong kosong belaka. Harapan Board of Peace sebagai dewan perdamaian hanyalah angan-angan semata. 

Ditambah lagi pemimpin kaum muslim hari ini lebih memilih diam dan bahkan mereka sendiri yang bekerja sama dibalik organisasi dunia untuk menhancurkan Palestina. Belum lagi, negeri-negeri muslim disekat dengan ikatan nasionalisme.

Maka sungguh pembebasan Palestina tidak bisa diharapkan datang dari negara-negara adidaya, lembaga-lembaga internasional, ataupun regional. Semuanya justru ada untuk mengukuhkan penjajahan terhadap umat Islam dan memperhambat kebangkitan Islam.

Persatuan kaum muslim harus diwujudkan. Persatuan tidak akan terjadi jika nation state masih membagi tubuh kaum muslim menjadi puluhan negara. 

Pembebasan Palestina harus menjadi agenda yang include dalam penegakkan sistem kepemimpinan Islam. Hanya kepemimpinan Islam yangg diharapkan bisa mengusir penjajahan dan mengalahkan kekuatan pendukungnya. 

Hidup dalam naungan kepemimpinan Islam sabagai wujud keimanan. Kepemimpinan Islam akan menyatukan dan memobilisir kekuatan umat Islam, sehingga kewibawaan umat ini kembali dan umat Islam siap merebut kepemimpinan dunia dan menebar rahmat ke seluruh alam.

Sudah saatnya umat muslim memiliki kesadaran politik bahwa nasib Islam dan muslim tidak akan mulia dengan ikatan kebangsaan. 

Kemuliaan dan kehormatan kaum muslim hanya akan terwujud jika memiliki pemersatu yang menjadi perisai dan pelindungnya. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya imam (khalifah) adalah perisai….” (HR Muslim).

Harapan besar agar Palestina tidak terjajah adalah membangun kesadaran umat untuk terus bersuara dan menuntut pemimpin negeri muslim segera mengirimkan pasukannya untuk berjihad di tanah Palestina. 

Memperjuangkan dan membela Palestina adalah ibadah yang sangat luar biasa besar pahalanya. Begitu banyak kemuliaan dan keistimewaan untuk mereka yang turut serta membela Palestina.

Oleh karena itu, kaum muslim membutuhkan keberadaan payung yang akan melindungi umat Islam. Payung itu adalah negara Islam (Daulah Khilafah). Umat harus membangun kesadaran akan kewajiban menegakkannya, tentu langkah ini harus ada kelompok dakwah yang terus menyadarkan umat akan posisinya sebagai umat terbaik. Ambilah peran ini, jadilah generasi yang cemerlang memperdulikan kemaslahatan umat.


Oleh: Rasyidah 
Pegiat Literasi 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar