Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Berdakwah Melalui Tulisan

Topswara.com -- Banyak uslub (cara) dakwah yang bisa dilakukan zaman sekarang dalam menyampaikan Islam kepada umat. Salah satunya yaitu dengan menulis. Baik menulis di media daring (online) maupun media cetak. 

Menurut saya, menulis merupakan salah satu hal dasar dalam berdakwah selain dengan lisan/ngomong. Dengan menulis, syakofah (ilmu) Islam yang sudah kita dapat baik dari perhalaqahan (pembinaan) ataupun kajian-kajian Islam lainnya bisa membekas lebih dalam dibandingkan kita hanya ngomong saja. Ini yang saya rasakan ketika sekolah dulu. Dengan menulis, ilmunya membekasnya lebih lama dibandingkan hanya menghafalkannya saja. 

Apalagi kalau dipadukan dengan dakwah dengan lisan, akan lebih menguasai materi dakwah. Dari hal tersebut, saya mengazamkan diri agar lebih semangat dalam menulis, terutama materi-materi dakwah Islam Ideologis yang saat ini umat masih kurang memahaminya. 

Dakwah adalah kewajiban semua muslim. Baik bagi laki-laki ataupun perempuan. Ini yang jarang disadari oleh umat Islam. Jangan sampai kita melalaikan dakwah. Ingat!! Yang hidup pasti mati, bekalilah hidup kita agar kita tidak menyesal tak berakhir, setelah kita mati. Bekalilah hidup dengan banyak pahala dari Allah SWT, dan pahala yang sangat luar biasa di sisi Allah SWT adalah pahala dakwah.

Ketika seseorang berubah ke jalan Islam disebabkan aktivitas dakwah kita, pahala orang tersebut akan terus mengalir kepada kita. Luar biasakan pahalanya. Jadi, teruslah berdakwah. Baik kepada keluarga, sahabat, tetangga atau pun masyarakat luas. Caranya bagaimana? 

Salah satunya yaitu dengan menulis, dakwah dengan tulisan. Dari tulisan ini kita bisa kirim ke media daring (online) kita seperti di facebook, whatsapp, telegram, instagram ataupun kita kirim ke media massa seperti tabloid, koran dan lain-lain. Inilah yang menjadi motivasi saya untuk memaksakan diri senantiasa menulis materi-materi dakwah. 

Saya ingin mendapatkan pahala jariah dari tulisan-tulisan dakwah saya. Jangan sampai nanti di akhirat, kita menyesal tak berakhir karena kita tidak ada bekal pahala ataupun ada pahala, pahalanya hanya sedikit. Rugi kita.

Saya senang sekali menulis tentang politik, kenapa politik? Dalam Islam politik adalah mengurusi urusan umat. Politik Bukan hanya saat ada Even pemilu, politik bukan hanya untuk jadi wakil rakyat ataupun untuk menjadi pejabat publik tetapi bagaimana umat ini diurus sesuai dengan Islam. 

Sangat luas sekali definisi politik. Dalam Islam semua aktivitas kita harus sesuai dengan aturan (syariat) Islam, termasuk politik. Bagaimana mengurus kesehatan umat, pendidikan, pergaulan antara laki-laki dan perempuan, hukum, ekonomi, sosial, budaya, politik dalam negeri atau luar negeri dan lain-lain. 

Semua harus sesuai dengan Islam, yang saat ini umat banyak yang meninggalkannya. Banyak orang yang belum memahami Islam secara totalitas (kaffah). Secara identitas sih muslim, tetapi pemikiran dan perbuatannya banyak yang tidak sesuai dengan Islam. Atau istilahnya yaitu sekuler (memisahkan agama khususnya Islam dalam kehidupan). Inilah yang menjadi masalah pokok umat saat ini.

Masalah ini akan makin besar/luas jika kondisi ini dibiarkan, umat akan makin jauh dari Islam. Apalagi pengaruh Barat dengan standar kehidupannya banyak yang diadopsi oleh sebagian kaum muslim. 

Seperti paham Liberal, trans gender, sekuler dan lain-lain. Dari hal tersebut pentingnya adanya dakwah untuk memberikan penyadaran kepada umat tentang Islam kaffah. Menjadikan Islam sebagai standar kehidupan atau ideologi. Dari hal tersebut, mari kita berdakwah, baik dengan tulisan atau secara lisan. Takbir!


Oleh: Yusup Muhamad Yani
Aktivis Dakwah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar