Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tepatkah Gerakan Keluarga Berdoa, Atasi Wabah?


Topswara.com -- Wabah Corona kini tidak terbendung lagi, jutaan manusia telah menjadi korban. Menggeliatnya pandemi yang kini berenkarnasi, tidak juga menunjukkan penurunan. Kasus kematian sebab pandemi Covid-19 telah diambang batas pemakluman. Mampukah diatasi dengan berdoa?

Abdul Halim Iskandar yang menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) melayangkan surat resmi kepada kepala desa, pendamping desa dan warga desa untuk menggelar doa bersama. Untuk menyikapi kondisi melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia (detik.com, 3/7/2021).

Himbauan Doa Bersama Keluarga Apakah Cukup Menangkal Wabah Virus? 

Jika, melihat keadaan saat ini maka yang ada dalam benak kita adalah kegagalan upaya dan tindakan yang dilakukan oleh negara. Bagaimana tidak, di tengah kesulitan yang kini membelit warga, justru pemerintah lamban dalam mengatasi pandemi. Melakukan upaya pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan dan melarang warganya untuk mudik namun di sisi lain tempat hiburan di buka, melarang melakukan ibadah di masjid, karena dirasa akan timbul klaster baru, namun membiarkan turis asing masuk tanpa jeda.

Kemudian, dengan banyak kegagalan tersebut, kini upaya lain dengan melakukan doa bersama keluarga agar pandemi segera berlalu. Tentu hal ini tidak cukup. Himbauan doa bersama artinya pengakuan bahwa manusia butuh pertolongan Allah menghadapi wabah. Sayangnya, himbauan tersebut tidak juga dilayangkan bagi pengambil kebijakan.

Melakukan doa harusnya dilakukan semua elemen baik individu, masyarakat dan pemerintah. Hal inipun tidak cukup, jika tidak dilakukan upaya taubat nasuha karena telah mencampakkan hukum sang pencipta yaitu Allah SWT. Segala kebijakan saat ini diambil berdasarkan sistem sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga, berimbas pada asas manfaat bagi segelintir orang, bahkan sanggup mengorbankan masyarakat demi keuntungan mereka.

Selayaknya negara bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan, keselamatan dan kebutuhan pokok lainnya bagi warganya. Namun saat ini yang terjadi justru sebaliknya, semua diserahkan pada masing-masing individu. Akhirnya pemerintah lepas tangan ketika terjadi lonjakan kasus pandemi yang telah memakan korban, tidak hanya warga sipil tapi juga tenaga kesehatan.

Islam Serius Mengatasi Pandemi

Jika serius dalam menangani pandemi, harusnya pemerintah benar-benar menerapkan upaya yang terbukti ampuh sebagaimana yang dicontohkan para khalifah terdahulu. Dengan melakukan edukasi kepada individu, masyarakat dan pemerintah. Serta negara memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pokok, menerapkan dengan tegas lockdown wilayah yang terjangkit virus serta melarang siapapun masuk ke wilayah tersebut, dengan alasan apapun. Inilah bukti keseriusan Islam dalam mengatasi pandemi yang ampuh jika dilakukan.

Bila benar membutuhkan pertolongan Allah, mestinya tidak sekadar doa namun juga taubatan nasuha. Seluruh masyarakat dan pemerintah, kembali ke hukum Allah secara kaffah. Menerapkan aturan Islam bagi seluruh lini kehidupan tidak terkecuali urusan negara. Maka, inilah bentuk perwujudan bahwa kita membutuhkan Allah dan kita makhluk yang tidak berdaya dalam menghadapi virus kecil tanpa bantuan Allah SWT. Maka saatnyalah kembali pada sistem Islam sebagai bentuk taubatan nasuha kita, agar wabah pandemi dapat teratasi serta rahmatan lilalamin akan terwujud.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf Ayat 96

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."

Wallahu 'alam bishawab.


Oleh: Nur Rahmawati, S.H.
(Penulis dan Praktisi Pendidikan)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar