Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Zionis Penjarakan 370 Anak Palestina: Di Mana Peran Penguasa Muslim?


Topswara.com -- Palestinian Center for Prisoners’ Advocacy, menyebut 370 anak yang sebagian besar ditahan di Penjara Megiddo dan Ofer, menjadi bagian dari lebih dari 9.400 tahanan dan narapidana Palestina yang ditahan Israel hingga awal Agustus 2026. 

Data dari Komisi Palestina Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan tahun 2019, kasus penangkapan anak-anak Palestina oleh militer Israel telah melampaui angka 50.000 sejak tahun 1967 (thearabweekly.com, 28/08/2026).

Hal ini menunjukkan bahwa penjajahan terhadap Palestina bukan sekadar konflik sesaat, melainkan bentuk penindasan sistematis terhadap rakyat Palestina. Anak-anak yang semestinya mendapatkan pendidikan, perlindungan, dan masa depan justru mengalami penahanan. 

Persoalan Palestina tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan kemanusiaan, tetapi sebagai persoalan umat Islam yang berkaitan dengan kewajiban menjaga negeri kaum Muslim dan melindungi jiwa yang terzalimi. 

Karena itu, sikap diam penguasa negeri-negeri Muslim terhadap penderitaan rakyat Palestina menunjukkan lemahnya tanggung jawab politik terhadap umat.

Penahanan anak-anak juga memperlihatkan bagaimana penjajah berusaha menciptakan ketakutan dan memutus keberanian generasi Palestina. Namun, intimidasi semacam ini tidak seharusnya membuat umat kehilangan kepedulian terhadap Palestina. 

Umat perlu terus disadarkan bahwa pembebasan Palestina membutuhkan perubahan nyata, bukan sekadar kecaman dan bantuan kemanusiaan.

Islam sendiri memberikan perhatian besar terhadap perlindungan anak, termasuk ketika terjadi peperangan. Dalam sejarah Islam, Rasulullah ï·º melarang pembunuhan perempuan dan anak-anak. Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq juga memberikan arahan kepada pasukannya agar tidak membunuh anak-anak, perempuan, dan orang tua serta tidak melakukan kerusakan secara sembarangan. 

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan militer dalam Islam memiliki batasan syariat dan tidak boleh menjadikan anak-anak sebagai sasaran.

Penyelesaian persoalan Palestina berkaitan erat dengan persatuan umat, kekuatan politik, dan keberadaan sistem Khilafah sebagai institusi yang menyatukan kekuatan kaum Muslim dan bertanggung jawab menjaga wilayah serta melindungi rakyat yang terzalimi.

Karena itu, umat harus terus membangun kesadaran bahwa penderitaan anak-anak Palestina tidak boleh dianggap sebagai berita biasa. Penguasa negeri-negeri Muslim juga harus didorong untuk mengambil sikap nyata dalam menghentikan penjajahan dan melindungi rakyat Palestina. 

Pembebasan Palestina membutuhkan kesadaran umat, persatuan, kekuatan politik, serta perjuangan yang tetap berada dalam koridor hukum dan ketentuan syariat. []


Oleh: Wike Wijayanti
(Aktivis Muslimah)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar