Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Isra Mikraj Momentum untuk Taat Sepenuhnya


Topswara.com -- Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu mukjizat yang Allah SWT. anugerahkan pada Rasulullah SAW. Setelah berbagai penyiksaan fisik yang dialami Nabi Muhammad SAW. sejak paman beliau, Abu Thalib wafat, dan sejak meninggalnya Siti Khadijah, istri yang begitu dicintai beliau, dan setelah pahitnya kegagalan perjalanan beliau ke Thaif, Allah SWT. memberikan hadiah kehormatan kepada Rasulullah SAW. berupa perjalanan yang luar biasa. Yaitu Isra dan Mikraj. Perjalanan ini sebagai obat penghilang kesempitan dunia bagi beliau. Allah SWT. menyajikan betapa luasnya langit dan alam semesta yang terbentang.

Pada malam 27 Rajab, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Kejadian yang sulit diterima akal manusia. Namun, semua ini terjadi atas izin Allah SWT. Setiap kejadian pasti mengandung makna dan hikmah. Termasuk Isra Mikraj. Dan hanya orang-orang berakalah yang dapat menangkap hikmah tersebut.

Isra Mikraj, sesungguhnya tidak hanya sekedar seremoni tahunan yang selalu diperingati. Namun, di dalamnya terkandung makna berharga, bagi seluruh umat pada umumnya dan bagi kaum muslimin khususnya. 

Diantara makna yang termaktub dalam peristiwa Isra Mikraj adalah makna spiritual, makna ideologis serta makna politik. Dan keseluruhan makna ini menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia seluruhnya.

Makna spiritual Isra Mikraj, yakni sebagai penguji keimanan setiap individu Muslim. Meskipun kabar yang disampaikan kepada seorang Muslim di luar kemampuan akalnya, namun tetap wajib menerima dengan sepenuhnya. Karena kabar tersebut dialami Rasulullah SAW. disampaikan langsung pula oleh Rasulullah SAW. kepada seluruh kaum muslimin. Dan peristiwa tersebut diabadikan kisahnya dalam QS. Al Isra. 

Hal ini pula menunjukkan bahwa manusia sangatlah lemah. Allah SWT. berkuasa atas segala hal. Jika Allah SWT. berkehendak terjadi maka terjadilah. Tidak layak bagi seorang muslim meragukan peristiwa Isra Mikraj. Apalagi menyangkalnya. Karena perbuatan tersebut termasuk pengingkaran segala ketetapan Allah SWT.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan tentang esensi iman dalam QS. An Nisa ayat 136, bahwa Allah SWT. memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman untuk mengamalkan seluruh syariat yang dituntut oleh iman berikut cabang-cabangnya, rukun-rukunnya serta pilar-pilarnya (Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur'an al 'Adzim 2/434).

Selain makna spiritual, dalam peristiwa Isra Mikraj termaktub makna ideologis. Peristiwa tersebut menegaskan bahwa Islam-lah satu-satunya agama yang hanif. Seluruhnya sesuai fitrah manusia. Seluruh syariat Islam sempurna mengatur aspek kehidupan manusia, mulai dari akidah hingga ibadah, akhlak, muamalah, politik hingga kenegaraan. 

Ideologi Islam-lah satu-satunya ideologi yang layak dijadikan pengatur kehidupan manusia. Hanya ideologi Islam yang melahirkan maslahat tanpa sedikitpun menzalimi umat. Berbeda dengan ideologi selain Islam yang hanya melahirkan kerusakan manusia beserta kehidupannya. Seperti yang kini terjadi. Beragam kerusakan menimpa dunia karena ideologi Islam ditinggalkan. Dicampakkan. Dan dilecehkan. Padahal ideologi Islam-lah satu-satunya penyelamat kehidupan.

Peristiwa Isra Mikraj juga mengandung makna politik yang berasaskan kepemimpinan Islam. Setelah peristiwa Isra Mikraj, dakwah Rasulullah SAW. semakin gencar. Hingga serombongan suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib, beriman. Mereka kemudian berbaiat kepada Rasulullah SAW. di Aqabah. 

Setahun kemudian Yatsrib telah siap menjadi tempat hijrah kaum Muslim. Kemudian Yatsrib berganti nama menjadi Madinah al Munawarah. Inilah Daulah Islam pertama di dunia. Di dalamnya syariat Islam diterapkan sempurna. 

Dalam masa kegemilangan Islam, daulah khilafah Islamiah menggapai kejayaan dan menciptakan kesejahteraan seluruh umat selama 14 abad. Namun kini, kegemilangan ini redup karena ideologi Islam ditinggalkan. Bahkan kini dimonsterisasi. Hingga kaum Muslim pun merasa takut membela agamanya sendiri. Memprihatinkan. Baru 1 abad (102 tahun) tanpa khilafah, namun dunia terasa sempit. Masalah begitu menggunung.

Tidak pantas bagi kaum muslimin menundukkan diri pada ideologi Barat yang menyengsarakan. Sungguh, ideologi Barat inilah sumber kerusakan. Karena tabiat ideologi rusak ini adalah menjajah seluruh pemikiran umat. Hingga terjadi kemunduran berpikir. 

Ideologi ini pun melahirkan kebijakan pengelolaan sumberdaya alam yang "mengeksploitasi" sekaligus merampok seluruh kekayaan umat. Inilah sumber kesengsaraan yang kini terlihat.

Fakta ini nyata terjadi. Segala bentuk kemaksiatan terjadi karena tak ada lagi perisai umat. Selayaknya kita sebagai kaum muslimin yakin bahwa Islam adalah aturan sempurna. Ketundukan terhadap syariat Islam yang menyeluruh melahirkan konsekuensi keimanan, taat sepenuhnya atas segala aturan yang ditetapkan Allah SWT. Sami'na wa atha'na.

Wallahu a'lam bisshawwab.



Oleh: Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar